Jakarta, Minggu 15 Maret 2026 | News Satu- Polda Metro Jaya mengerahkan 6.812 personel gabungan untuk mengamankan 1.647 titik strategis selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Pengamanan tersebut dilakukan guna memastikan keamanan masyarakat selama arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri mengatakan operasi pengamanan Lebaran tersebut berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
“Operasi Ketupat 2026 dilaksanakan selama 13 hari dengan pengamanan di 1.647 lokasi. Tujuannya memastikan aktivitas masyarakat selama mudik dan Lebaran berlangsung aman dan lancar,” ujar Asep dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (15/3/2026).
Asep menjelaskan, total 6.812 personel yang diterjunkan terdiri dari 5.092 personel Polri, 416 personel TNI, 1.088 personel pemerintah daerah, serta 216 relawan dari unsur masyarakat. Dari jumlah tersebut, personel Polri dibagi menjadi dua bagian, yakni 2.700 personel dari jajaran Polda Metro Jaya dan 2.392 personel dari Polres di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
“Kami membagi kekuatan personel agar pengamanan dapat menjangkau seluruh titik rawan serta pusat aktivitas masyarakat selama Lebaran,” jelasnya.
Pengamanan dalam Operasi Ketupat 2026 mencakup berbagai objek vital dan pusat aktivitas masyarakat, termasuk sektor ekonomi, transportasi, serta fasilitas publik. Beberapa lokasi yang menjadi fokus pengamanan antara lain 471 bank, 194 pegadaian, serta 621 objek vital seperti SPBU, gardu listrik PLN, dan depo Pertamina.
Selain itu, aparat juga mengamankan 83 sentra ekonomi, empat terminal bus, empat stasiun kereta api, dua bandara, serta satu pelabuhan. Dalam operasi ini, Polda Metro Jaya juga menyiapkan 95 pos pengamanan yang terdiri dari 68 pos pengamanan, 22 pos pelayanan, dan lima pos terpadu.
Selain itu, terdapat sembilan pos pantau yang ditempatkan di sepanjang Tol Cikampek untuk memantau arus mudik. Pengamanan tidak hanya difokuskan pada arus mudik dan malam takbiran, tetapi juga mencakup Hari Raya Idulfitri dan aktivitas masyarakat setelahnya.
Polisi akan melakukan pengamanan di 133 lokasi pelaksanaan shalat Idulfitri, yang terdiri dari 10 masjid utama dan 123 masjid lainnya. Selain itu, aparat juga akan mengamankan 37 tempat pemakaman umum (TPU) yang diperkirakan ramai dikunjungi masyarakat untuk ziarah saat Lebaran.
“Kami ingin memastikan aktivitas masyarakat di berbagai lokasi tetap tertib dan tidak menimbulkan gangguan keamanan maupun kemacetan,” kata Asep.
Sebelumnya, Mabes Polri juga telah menyiapkan 2.746 posko Operasi Ketupat 2026 yang tersebar di berbagai jalur mudik di seluruh Indonesia. Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menyebutkan posko tersebut terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu.
Ribuan pos tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan maksimal bagi para pemudik selama masa libur Lebaran.
“Seluruh personel diharapkan bekerja maksimal untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran arus mudik maupun arus balik Lebaran 2026,” pungkasnya. (Den)
