oleh

Urai Kemacetan, Jalan Krematorium  Di Kota Batu Perlu Dilakukan Pelebaran Jalan

News Satu, Kota Batu, Senin 26 Oktober 2020- DPRD kota Batu meminta kepada pemerintah kota (Pemkot) Batu segera melakukan perencanaan pelebaran jalan di jalur-jalur alternatif, seperti Jalan Krematorium atau jalan Diponegoro Junrejo kota Batu.

Sebab setiap Minggu, hari-hari besar dan libur panjang sepanjang jalan utama di wilayah kota Batu selalu menuai kemacetan. Hal tersebut perlu ada jalan keluar yaitu salah satunya pelebaran jalan krematorium.

Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Khamim Tohari, mengatakan jalan alternatif menuju Kota Batu perlu segera dilakukan pelebaran jalan.

“Apalagi,  setiap kali libur panjang sepanjang Simpang Tiga Pendem hingga JatimPark 3 sering terjadi macet panjang, makanya  jalan alternatif perlu dilebarkan,” kata Khamim, Senin (26/10/2020).

Ia juga mendukung pelebaran jalan alternatif yang mulai digarap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu  terkait pelebaran jalan. Karena Jalan Diponegoro jadi pintu masuk jalur ring road menuju Tlekung-Jalibar-Toyomerto untuk mengurai kemacetan,” terangnya.

Menyikapi hal tersebut Pemkot Batu  melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu Akan berupaya mengurangi kemacetan dengan cara melakukan peningkatan kapasitas ruas jalan di Jalan Diponegoro Kecamatan Junrejo, sebagai jalan alternatif.

“Seiring berjalannya waktu, ruas Jalan Krematorium ini menuntut adanya peningkatan kapasitas ruas jalan. Pelebarannya nanti diarahkan ke sisi timur,” ujar Alfi Nurhidayat, Kepala DPUPR Kota Batu.

Meski ada pelebaran jalan, kata dia, pihaknya tidak melakukan penebangan pohon, melainkan dengan cara menutup saluran irigasi dan saluran drainase yang ada di sisi barat ruas jalan

Dijelaskan, di tahap awal, pelebaran dibuat di pintu masuk ruas Jalan Krematorium dari arah Jalan Ir. Soekarno dengan memasang box culvert ukuran besar 200 cm x 200 cm x 120 cm, serta menggarap plengsengan sepanjang 100 meter.

Ia berkeyakinan, dengan ditingkatkannya kapasitas jalan alternatif ini, bukan hanya mengatasi persoalan kemacetan melainkan juga bisa mendorong pemulihan ekonomi di wilayah Kota Batu.

“Anggaran Jalan Diponegoro tahun 2020 ini sebesar Rp 200 juta dalam P-APBD 2020. Box culvert untuk mengantisipasi banjir ketika hujan. Karena saat sebelumnya, air hujan menggenangi badan jalan sehingga menimbulkan kerusakan jalan,” papar Alfi. (Wiyono)

Komentar