oleh

Bencana Kekeringan di Bondowoso Terus Meluas

News Satu, Bondowoso, Rabu 29 Juli 2020- Bencana kekeringan di Bondowoso, Jawa Timur, pada musim kemarau tahun ini.  Bahkan, berdasarkan data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bertambah 5 Kecamatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kelapa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, Kukuh Triyatmoko mengatakan, 5 Kecamatan yang terdampak  kekeringan ada 8 Desa yang sekarang ini sangat membutuhkan air bersih. Diantaranya di Dusun Kedawung Desa Botolinggo, Kelurahan Badean, Desa Purnama, Desa Patemon Kecamatan Tlogosari, Desa Maesan.

Masih  kata Kukuh,  titik yang diwaspadai dan sering terjadi kekeringan ada 16 kecamatan dari 46 desa di Kabupaten Bondowoso.Untuk menanggulangi masalah tersebut, setiap hari BPBD Bondowoso mendroping 10 ribu liter.

“Dari dua tangki air bersih tersebut, untuk disalurkan ke beberapa wilayah yang mengalami kekeringan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” terangnya, Rabu (29/7/2020).

Pihaknya menuturkan, kemarau ini sudah terjadi mulai bulan April, diperkirakan berakhir sampai bulan Oktober 2020. Namun tak hanya  itu , selain kekeringan, adanya kemarau tahun ini BPBD Bondowoso juga mewaspadai kebakaran hutan yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

“Kita waspadai itu, karena tahun kemarin hutan di Bondowoso cukup banyak yang terbakar,” tandasnya.

Salah satu antisipasi BPBD Bondowoso dalam menanggulangi terjadinya kebakaran hutan dengan menggunakan satelit yang dapat mengetahui titik-titik api yang biasanya terjadi.

“Melalui informasi dari satelit, api kecilpun disitu umpama ada orang membakar sampah biasanya terdeteksi, kita dapat informasi dan kita datangi untuk memantau kejadian,” imbuhnya.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat, jika terpaksa melakukan aktivitas pembakaran untuk keperluan di sekitar hutan harus dijaga, jangan sampai apinya meluas.

“Apalagi sekarang angin juga kencang, ini juga berpotensi dapat memperluas api. Karena, ketika ada orang yang sedang membakar sampah dari api yang kecil karena angin dan tidak bisa teratasi, kemungkinan besar dapat meluas,” pungkasnya. (Rokib)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.