oleh

Iuran Naik, Peserta BPJS Kesehatan di Bondowoso Mengajukan Turun Kelas

News Satu, Bondowoso, Kamis 23 Januari 2020- Sejumlah peserta BPJS di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengajukan turun kelas. Mulai dari kelas satu dan dua, ke kelas tiga, karena iuran BPJS Kesehatan naik.

Kepala BPJS Kesehatan Bondowoso, Kemas Rona K mengatakan dalam sehari jumlah peserta yang mengajukan penurunan kelas, sebanyak lima sampai sepuluh peserta.

“Dengan adanya pengajuan turun kelas dari peserta BPJS, yakni mereka yang terdaftar sebagai Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau mandiri,” katanya, Kamis(23/01/2020).

Ia menjelaskan, dengan adanya kenaikan iuran, BPJS bersama pelayanan kesehatan yang terdiri dari rumah sakit, puskesmas dan klinik berkomitmen ada perbaikan dalam sisi finansial.

“Bukan kenaikan ya, tapi sebenarnya penyesuaian. Karena seharusnya iuran itu dari dulu ya sekian,” tandasnya.

Dia berharap, dengan adanya penyesuaian iuran BPJS tersebut, maka harus diimbangi dengan perbaikan pelayanan kesehatan.

“Sehingga harus ada sinergi antara pemberi pelayanan kesehatan, pemerintah dan BPJS, agar jangan sampai ada pasien tidak tertangani. Tapi alhamdulillah sepanjang 2019 sebagian besar sudah dapat ditangani dengan baik,” klaimnya.

Sebagaimana diketahui,  iuran untuk peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja dinaikkan dua kali lipat dari Oktober 2019. Sementara, kenaikan iuran bagi peserta mandiri itu berlaku awal tahun 2020.

Dalam Pasal 34 Perpres 75/2019, iuran kepesertaan BPJS Kesehatan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas I melonjak dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000 per peserta per bulan. Sementara tarif iuran kelas kelas mandiri II dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas II, naik dari Rp 51.000 menjadi Rp110.000 per peserta per bulan. Adapun tarif iuran BPJS KesehatanMandiri III dengan manfaat pelayanan di ruang kelas perawatan kelas III naik Rp16.500 dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000 per peserta per bulan. (Rokib)

Komentar

News Feed