oleh

Pertisipasi Pencanangan Gerakan Literasi Bank Jatim Berikan Ratusan Buku

News Satu, Bondowoso, Kamis 8 April 2021- Bank Jatim Cabang Bondowoso memberikan 450 buku pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso, Jawa Timur.

Pimpinan Bank Jatim Cabang Bondowoso Theresia Wiwin Ermawati mengatakan, dari ratusan buku tersebut beragam, diantaranya buku keterampilan, buku pengetahuan ibu hamil dan menyusui, buku islami, buku bacaan anak-anak dan yang lainnya.

Buku tersebut secara simbolis diberikan langsung kepada Bupati Bondowoso Drs KH Salwa Arifin dan Bunda Literasi Daerah oleh Pimpinan Bank Jatim Cabang Bondowoso Theresia Wiwin Ermawati di Pendopo Bupati setempat, Kamis (8/4/2021).

“Jadi memang kita bikin buku itu tidak satu topik, tapi bermacam-macam topik, biar semua bisa ikut baca,” tuturnya.

Pihaknya menuturkan, bahwa alasannya pihaknya memberikan buku adalah sebagai bentuk sinergi dengan pemerintah daerah. Bank Jatim dimaksimalkan bisa ikut berpartisipasi, bersinergi dalam program pemerintah.

“Dengan adanya Bunda literasi. Bank Jatim Bondowoso mensupport buku karena buku tidak ada habisnya. Disisi lain juga banyak manfaatnya. Utamanya juga bagi ibu rumah tangga. Nantinya akan ada keterampilan yang Bisa dipraktekkan,” jelasnya.

Selain memberikan buku untuk meningkatkan minat baca masyarakat, pihaknya siap berpartisipasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bondowoso dalam beberapa kegiatan mencanangkan literasi hingga tingkat Kecamatan dan Desa.

“Ini kan berlanjut hingga Desember, jadi setiap bulan ada acara kunjungan ke tingkat Kecamatan. Mudah-mudahan nanti, kan karena kesibukan mungkin nanti ada perwakilan dari Bank Jatim untuk mengikuti kegiatan itu,” tandasnya.

Sementara Bupati Bondowoso Drs KH Salwa Arifin megatakan, bahwa dalam ajaran Islam, Al-Qur’an mengawali dengan ajarannya dengan perintah untuk membaca. Menurutnya, membaca dapat membuka jendela dunia.

Karena kata Bupati yang juga seorang Kiai di salah satu Ponpes di Bondowoso ini, dengan membaca tidak hanya dapat meningkatkan kecerdasan intelektual, akan tetapi juga meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual.

“Juga meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual, agar kita menjadi pribadi seutuhnya terutama dalam menghadapi tantangan di era globalisasi dan keterbukaan,” pungkasnya. (Rokib)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.