Wabup Irwan, Pemkab Bondowoso akan Kordinasi Dengan Perhutani Menutup Bukit Piramid

News Satu, Bondowoso, Senin 10 Agustus 2020- Pemerintah Daerah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, akan berkoordinasi dengan Perhutani untuk menutup bukit Piramid Pegunungan Argopuro. Hal itu dilakukan, agar tidak ada lagi korban di Bukit Piramid.

“Saya atas nama pribadi dan  atas nama pemerintah Daerah Kabupaten Bondowoso menyampaikan bela sungkawa duka cita yang mendalam atas berpulangnya mas Multazam,” kata Wakil Bupati Irwan Bahtiar Rahmad, saat ngelayat ke rumah Multazam, Senin (10/8/2020).

Lanjut wabup, Menjelaskan, dengan adanya korban kedua kalinya, hal ini menjadi sebuah masukan kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Sehingga kata dia, Gunung Piramid sangat berbahaya bagi pendaki pemula.

“Kami akan berkoordinasi dengan perhutani untuk menutup. Dan sebetulnya sudah di portal. Tapi masih banyak orang yang datang kesana (Gunung Piramid-Red),” ujarnya.

Baca Juga :  PMI Bondowoso Harus Berkerja Profesional Dan Proporsional

Masih kata Wabup Irwan, pihaknya berharap agar  orang-orang yang  mau mendaki ke Bukit piramid ini betul-betul mempunyai keahlian mendaki. Pemkab Bondowoso berkomitmen akan mengadakan stimulasi dalam hal ini. Karena gunung piramid sendiri dinilainya sangat ekstrim.

“Lahannya sangat ekstrim, ini butuh keahlian khusus. Sehingga kalau memang mau dibuka sebagai lahan wisata. Kita akan menyiapkan pemandu wisatanya. Supaya bagi pendaki betul-betul aman,” Jelasnya.

Politisi PDIP itu menghimbau kepada masyarakat Bondowoso, utamanya kalangan pemuda, harus berhati-hati jika mendaki ke Gunung Piramid. Karena sudah dua kali menelan korban. Yang pertama adik Thoriq yang kedua adik Multazam.

“Apaabila ingin ke Puncak Gunung Piramid maka haruslah betul-betul mempersiapkan secara mental dan harus didampingi oleh pemandu yang berpengalaman,” tandasnya.

Baca Juga :  Pemkab Bondowoso Verifikasi 5 Ribu Lebih Guru Ngaji

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Bondowoso, Arif Setyo Rahardjo, menjelaskan, pendakian bukit  Piramid belum menjadi destinasi wisata yang dikelola oleh Pemkab, maupun dikelola desa.

“Jadi belum ada pengelolanya. Belum kita tetapkan sebagai destinasi wisata yang dikunjungi wisatawan,”katanya.

Bahkan, para pengunjung  yang mendaki kesana tidak ada pemberitahuan ke Disparpora. Berbeda dengan Gunung Raung dan Ijen.

” Area disana juga kewenangannya ada di Perhutani, dan BKSDA,” ujarnya.

Menurutnya, area yang kewenangannya ada di Perhutani dan BKSDA maka pihaknya harus membuat perjanjian kerjasama antara Disparpora, Perhutani, LMDH (Lembaga Masyarakat Daerah Hutan).   Adapun Bukit Piramid, punggung naga dan sebagainya masih diproyeksikan untuk digarap. Karena ada banyak pertimbangan.

Baca Juga :  Wabup Bondowoso Bantu Ibu 4 Anak Yatim

” Karena memang  masuk dalam kategori minat khusus, dengan resiko besar. Sehingga penting untuk dilakukan tahapan-tahapan,” pungkasnya. (Rokib)

Komentar