oleh

Bupati Aceh Timur; Pengelolaan ADD Harus Prioritaskan Rehab RTLH

News Satu, Aceh Timur, Sabtu 25 Maret 2017- Pengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD) di Kabupaten Aceh Timur, Propinsi Aceh, nampaknya tidak hanya fokus pada pembangunan jalan dan gorong-gorong, melainkan lebih memprioritaskan pada rehab Balai Pengajian dan rumah tidak layak huni (RTLH).

“ADD jangan hanya digunakan untuk pembangunan jalan saja, akan tetapi juga harus pada Rehab Balai Pengajian dan RTLH,” kata Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM.Thaib, Sabtu (25/3/2017).

Oleh karena itu, lanjut Bupati Aceh Timur yang akrab dipanggil Rocky ini, Kepala Desa harus memprioritaskan rehab Balai Pengajian dan RTLH. Bahkan orang nomor satu di Aceh Timur ini juga menghimbau agar para imum mukim dan muspika juga ikut mengawasi pembangunan di Desanya.

“Mulai dari musrembang di desa hingga realisasi anggaran desa. Hal itu dinilai mutlak mengingat pengetahuan pengelola ADD masih minim, sehingga tidak sedikit tim auditor menemukan kesalahan administrasi,” ujar Rocky.

Ia mengatakan, pengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD) sebesar Rp 1 miliar setiap tahunnya harus sesuai dengan perencanaan, sebab jika tidak sesuai, maka akan sulit untuk bisa menjadi Desa percontohan.

“Realisasi ADD harus sesuai dengan APB-Des,” ucapnya.

Oleh karena itu, Kepala Desa dan Aparatur Desa harus selalu melakukan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk dengan Pendamping Desa (PD) yang ada, sehingga pembangunan yang dilakukan tidak tumpang tindih.

“Musrembang di desa harus dilaksanakan siang hari antara pukul 08:00 – 16:00 Wib. Jangan sampai musrembang itu dilaksanakan pada malam hari, karena jika dilaksanakan malam hari pasti tidak semua unsur bisa menghadiri musrembang di desa, seperti unsur perempuan yang sulit keluar rumah pada malam hari,” pungkasnya. (N6)

Komentar