Ikuti Program Kota Probolinggo Bersolek, TPU Kebonsari Wetan Dibersihkan

Probolinggo, Rabbu 18 Februari 2026 | News Satu- Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, warga RT 1, 2, 3, dan 4 wilayah RW 02 Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, menggelar kerja bakti membersihkan Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat.

Kegiatan gotong royong ini menjadi tradisi rutin setiap menjelang Ramadan sekaligus bagian dari dukungan terhadap program pemerintah daerah “Kota Probolinggo Bersolek” yang diinisiasi Wali Kota dr. Aminudin dan Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari Bukhori.

Ketua RW 02, Ibrahim, mengatakan kerja bakti ini merupakan bentuk kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan, khususnya area pemakaman yang menjadi tempat peristirahatan terakhir keluarga dan kerabat.

“Setiap menjelang Ramadan, warga selalu kompak membersihkan TPU. Ini sudah menjadi agenda rutin kami,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Namun di balik semangat gotong royong tersebut, pihaknya berharap ada perhatian lebih dari Pemerintah Kota Probolinggo terkait fasilitas dan legalitas lahan TPU RW 02. Menurut Ibrahim, hingga kini TPU tersebut belum memiliki sertifikat tanah wakaf. Selain itu, fasilitas pendukung seperti genset penyedot air dan lampu penerangan juga masih sangat dibutuhkan.

“TPU ini belum memiliki sertifikat tanah wakaf. Kami juga berharap ada bantuan fasilitas seperti genset dan penerangan,” katanya.

Hal senada disampaikan Sunanto, juru kunci TPU RW 02. Ia menyoroti persoalan genangan air saat musim hujan yang kerap menghambat proses penggalian liang kubur.

“Yang paling mendesak adalah mesin penyedot air. Saat musim hujan, tanah di TPU ini sering mengeluarkan air sehingga menyulitkan saat menggali makam,” pungkasnya.

Warga berharap melalui sinergi dengan pemerintah daerah, keberadaan TPU RW 02 dapat ditata lebih baik, baik dari sisi legalitas lahan maupun kelengkapan fasilitas, sehingga pelayanan pemakaman bagi masyarakat berjalan lebih optimal.

Semangat gotong royong warga Kebonsari Wetan ini menjadi gambaran kuat bahwa menyambut Ramadan tidak hanya dilakukan dengan ibadah, tetapi juga dengan aksi nyata menjaga kebersihan dan menghormati tempat peristirahatan terakhir para leluhur. (Bambang)