Diduga Suap Jabatan Desa, Bupati Pati Sudewo Ditangkap KPK

Jakarta, Selasa 20 Januari 2026 | News Satu- Bupati Pati Sudewo tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Selasa (20/1/2026), usai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK sejak Minggu hingga Senin (18–19 Januari 2026).

Pantauan di lokasi, rombongan KPK yang membawa para pihak hasil OTT di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tiba sekitar pukul 10.34 WIB. Sedikitnya delapan kendaraan memasuki kompleks gedung antirasuah tersebut. Sudewo terlihat digiring masuk melalui pintu depan gedung bersama tiga orang lainnya. Sementara empat pihak lain dibawa masuk melalui akses belakang Gedung Merah Putih KPK.

Informasi yang dihimpun, sejumlah pihak yang diamankan bersama Sudewo diduga merupakan koordinator kecamatan atau pihak yang berperan sebagai pengepul uang. OTT ini diduga kuat berkaitan dengan praktik suap dalam pengisian jabatan perangkat desa di wilayah Kabupaten Pati.

Sebelum diterbangkan ke Jakarta, Sudewo lebih dulu menjalani pemeriksaan awal oleh penyidik KPK di Polres Kudus, Jawa Tengah. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari tahapan awal penanganan perkara.

Hingga kini, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap seluruh pihak yang diamankan untuk menentukan status hukum masing-masing. Selain kepala daerah, sejumlah aparatur sipil negara (ASN) juga diduga turut diamankan dalam operasi tersebut.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan bahwa OTT terhadap Bupati Pati berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi (TPK) dalam pengisian jabatan di pemerintahan desa.

“Diduga terkait pengisian jabatan, mulai dari Kaur, Kasi, hingga Sekretaris Desa, dengan adanya pemberian uang,” ujar Budi dalam keterangan tertulis, Selasa (20/1/2026).

Budi menambahkan, total delapan orang dibawa ke Jakarta menggunakan penerbangan komersial sekitar pukul 08.00 WIB untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di KPK.

Selain operasi di Kabupaten Pati, KPK juga menggelar operasi senyap di Kota Madiun, Jawa Timur. Dalam operasi tersebut, sembilan orang dibawa ke Jakarta, termasuk Wali Kota Madiun, Maidi.

OTT di Kota Madiun diduga berkaitan dengan suap proyek dan pengelolaan dana corporate social responsibility (CSR). Melalui gelar perkara, penyidik KPK telah menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka.

KPK memastikan, pengumuman resmi identitas tersangka dan konstruksi perkara baik di Pati maupun Madiun akan disampaikan dalam waktu dekat melalui konferensi pers resmi. (Den)