oleh

Gempa; Ratusan Sekolah Dan Rumah Sakit Di Lombok Hancur

News Satu, Lombok, Sabtu 11 Agustus 2018- Gempa yang berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR) membuat ratusan sekolah dan rumah sakit di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) hancur.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Zainul Majdi mengemukakan, ada 480-an sekolah dan rumah sakit rujukan maupun sarana kesehatan sekunder yang tertimpa, khususnya rumah sakit Kabupaten yang ada di Lombok Utara yang sebenarnya menjadi jangkar untuk pelayanan kesehatan itu hancur lebur.

“Sehingga semua pelayanan itu akhirnya dipusatkan di rumah sakit lapangan dan termasuk juga di rumah sakit Provinsi dan Rumah Sakit Kota Mataram,” kata Gubernur NTB, Sabtu (11/8/2018)

Puskesmas, lanjut Gubernur, juga rata-rata habis semua. Ia bersyukur karena Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mempunyai komitmen untuk melengkapi semua sarana-sarana itu segera. Hal yang paling penting adalah bahwa karena pengungsi ini kemungkinan cukup lama berada di tempat pengungsian, maka Pemerintah Provinsi NTB meminta agar tenda-tenda yang ada itu adalah tenda yang bisa bertahan lama sampai selesai proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Dalam Rapat Terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (10/8) siang, menurut Gubernur NTB, telah diputuskan akan disiapkan payung hukum dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) yang menegaskan, walaupun bencana ini tetap ditangani oleh daerah tetapi seluruh dukungan, support itu akan maksimal diberikan oleh pemerintah pusat.

Selain itu, Rapat Terbatas juga menyepakati bahwa sambil berjalan tanggap darurat ini pemerintah memulai proses rehabilitasi dan rekonstruksi diawali dengan pembersihan. Karena memang secara psikologis masyarakat yang rata-rata sekarang mengungsi di sekitar rumahnya, jadi biasanya di ruang-ruang terbuka, di kampung itu selalu ada kaya lapangan mereka mengungsi di situ.

“Itu sebabnya saya mengusulkan tadi dan disetujui bahwa selain evakuasi 3 kecamatan yang akan diselesaikan, yaitu di Gangga, Bayan, dan Kayangan itu di bawah, di bagian tanjung dan di bagian yang relatif sudah selesai untuk proses evakuasi dan yang lain-lain, itu sudah mulai dilakukan pembersihan per hari Senin yang akan datang,” ujar Gubernur NTB seraya menambahkan, kalau tidak ada aral melintang Presiden bisa mengawali proses pembersihan itu sekaligus juga proses rehabilitasinya. (setkab/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.