oleh

Pengendara Di Ogan Ilir Tewas Terlindas Truk

News Satu, Ogan Ilir, Rabu 24 Juli 2019- Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Indralaya Desa Ulak Petangisan Kecamatan Pemulutan Barat Kabupaten Ogan Ilir, pada hari Rabu (24/7/2019) sekira pukul 10.24 WIB, Siang.

Kecelakaan tersebut terjadi di Km 18 Jalan Lurus Palembang-Indralaya (Palindra), yang menewaskan pengendara sepeda motor Yamaha Fino warna Hitam bernomor polisi BG 5317 KAP.  yang dikendarai oleh Ishak (49) warga Desa Kijang Tanjung Alai Kecamatan Sirah Pulau (SP) Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yang tewas ditempat lantaran terlindas mobil Truck Tangki BBM Pertamina bernomor polisi BG 8812 UN.

Berdasarkan informasi yang didapatkan, bahwa korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Fino warna hitam bernopol BG 5317 KAP, baru saja pulang dari membeli Radiator di Palembang. Sepulang dari Palembang dan hendak menuju Indralaya, secara bersamaan dengan sebuah mobil Truck Tangki BBM Pertamina bernomor polisi BG 8812 UN yang dikendarai oleh Maryun (40) di tempat kejadian perkara (TKP). disaat itu juga, diduga korban hendak menyalip dan mendahului mobil truck tangki BBM Pertamina tersebut.

Setelah berusaha mendahului dari kiri mobil tangki BBM Pertamina, kendaraan yang dikendarai korban diduga tiba-tiba oleng saat hendak menghindari tanah gundukan yang berada di pinggir jalan, sehingga korban terlempar, terjatuh serta terguling disebelah kanan jalan hingga masuk kekolong mobil dan terlindas ban belakang sebelah kiri mobil Truck tangki BBM Pertamina.

“Korban diduga tewas ditempat, sebelum sempat dilarikan ke rumah sakit,” ujar Kapolres Ogan Ilir AKBP Gazali Ahmad, melalui Humas Polres Ogan Ilir AKP Zainalsyah, Rabu (24/7/2019).

Diterangkannya, bahwa korban saat ini telah dibawa ke rumah duka di Desa Kijang Tanjung Alai, sedangkan barang bukti berupa kendaraan sepeda motor korban, dan mobil Truck Tangki BBM Pertamina yang terlibat dalam kecelakaan tersebut, sudah diamankan ke Mapolres Ogan Ilir.

“Korban sudah dibawa ke rumah duka,” tandasnya.

Sementara, adik almarhum, Mawi (40) mengatakan bahwa gelagat korban sebelum pergi cukup aneh. Karena biasanya, almarhum yang juga seorang Take kayu ini selalu menyuruh anak buahnya untuk berbelanja.

“Mungkin sudah jalannya menemui ajal, kita tidak tau,” katanya.

Dirinya berharap, agar kepolisian dapat melakukan penyidikan secara maksimal. Sehingga, penyebab kecelakaan dapat benar-benar diketahui.

“kita berharap yang terbaiklah dari kejadian ini,” harapnya. (HSD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.