News Satu, Ogan Komering Ilir, Kamis 17 Maret 2022- Pancasila sebagai ideologi dan falsafah bangsa sudah sepatutnya diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pemuda dan Aparatur Sipil Negara menjadi garda terdepan sebagai agen penggerak penerapan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat. Upaya tersebut dilakukan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila melalui Kedeputian Bidang Pengendalian dan Evaluasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumsel.

“Pancasila adalah perekat bangsa. Dengan keberadaan Badan Pembina Ideologi Pancasila, diharapkan tidak hanya menyadarkan kita berpancasila tapi juga fokus dalam upaya membumikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujar staf khusus kepala BPIP, Antonius Benny Susetyo, Kamis (17/3/2022).

Pria yang akrab di sapa Romo Beny ini mengungkapkan di tengah era industri dan demokrasi, teknologi berkembang pesat dan banyak sekali pemikiran-pemikiran dari luar yang merongrong nilai-nilai Pancasila.

“Gangguan-gangguan pemikiran dari luar, radikalisme dan sebagainya terus menggempur dari segala arah. Seluruhnya harus dibentengi dengan nilai-nilai Pancasila agar persatuan dan kesatuan bangsa dapat terus dijaga,” pungkasnya.

Kepada pemuda dan Karang Taruna dan ASN, Romo Beny meminta agar dapat menjadi komunitas pemutus kata yang senantiasa menyaring dan meneliti dengan kritis tiap informasi serta berkontribusi aktif dalam usaha menjaga persatuan dan kesatuan, terhindar dari individualisme, eksklusifisme dan anti keberagaman.

“Karena, ASN adalah pelayan rakyat sekaligus sebagai pilar persatuan dan kesatuan maka ASN harus menyadari bahwa mereka harus menjadi pemandu moral bangsa dan menjadi role model kepancasilaan yang ditujukan dengan etos kerja yang baik (ethos) mental yang mau terus belajar (logos) sekaligus mengerti dan berempati pada lingkungan sekitar (Pathos),” ujarnya.

Sementara Sekda OKI, H. Husin, S. Pd, MM, M. Pd mengatakan di era kemajuan teknologi banyak pemikiran maupun ideologi yang berkembang menggempur dari segala arah, namun bangsa Indonesia yang Memiliki Pancasila selalu tahan terhadap ujian itu termasuk ujian pandemi Covid-19.

“Gangguan gangguan seperti pertumbuhan ekonomi, pandemi hingga ideologi mampu kita lewati karena kita memiliki Pancasila,” terang Husin.(Hasan)