Kapolres OKI Humanis Layani Masyarakat Dan Tegas Kepada Penjahat

News Satu, Ogan Komering Ilir, Rabu 8 Juli 2020- Kapolres Ogan Komering Ilir (OKI) AKBP. Alamsyah Pelupessy merupakan perwajahan polisi masa kini. Sosoknya yang humanis dalam melayani masyarakat, serta tegas menegakkan hukum mendapat apresiasi berbagai pihak terutama masyarakat Ogan Komering Ilir, Pria kelahiran Siri Sori Islam Pulau Saparua Maluku Tengah ini juga dikenal sebagai sosok religius. Sejak penugasannya sebagai Kapolres OKI pada Februari lalu Alamsyah menuai simpati masyarakat.

“Ada perwira menengah polisi mengumandangkan adzan dengan suara merdu di Masjid Agung Sholihin. Itu kesan mendalam bagi kami warga OKI,” Ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten OKI, Alexsander Bastomi, Rabu (8/7/2020).

Kapolres OKI, AKBP Alamsyah menjadi bintang tamu pada diskusi daring yang digagas oleh Diskominfo OKI itu. Kiprah Kapolres Alamsyah sering mendapat perhatian warga seperti pernah suatu saat dia memanggul sendiri bantuan untuk warga kurang mampu di Desa Celikah Kayuagung. Kesan sangar dari pria yang pernah menjabat Kasatgas II Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Mabes Polri itu pun sirna.

Baca Juga :  DPPKB Ogan Komering Ilir Dapat Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik Program KB Emas

Saat diwawancara oleh Kadiskominfo OKI selaku host Cindo Kapolres Alamsyah mengatakan dalam melayani masyarakat dia meminta anak buahnya untuk sepenuh hati dan mengedepankan langkah persuasif

“Jika kita bisa mengurangi kejahatan tanpa memenjarakan tentu tindakan hukum jadi alternatif kedua,” tutur dia.

Alamsyah mengaku sedih jika harus menjebloskan anggota masyarakat kepenjara terutama untuk kasus penyalahgunaan narkoba. Menurut dia para pengguna obat-obatan terlarang di OKI rata-rata adalah korban.

“Saya miris setiap hari ada warga kita yang terjerat penyalahgunaan narkoba sedangkan untuk makan saja mereka susah,” ungkap dia.

Namun demikian, tambahnya dia tidak segan menggebuk para pengedar dan bandar yang meracuni masyarakat dengan zat psikotripika itu.

Baca Juga :  Proyek Tol Trans Sumatera Ditarget Selesai April 2019

“Latar belakang penugasan saya di tindak pidana narkoba. Saya miliki pengalaman berhadapan dengan bandar besar, penyulundup narkotika kelas internasional. Kepada bandar atau pengedar, saya tidak segan,” tegasnya.

Komentar