News Satu, Ogan Komering Ilir, Sabtu 25 Juni 2022- Ketekunan, kerja keras dan semangat tinggi tidak akan terbatas ruang dan jarak. Falsapah itu dipegang oleh Enjelia Dwi Ismawati pelajar SDN 1 Sidomakmur Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir. Meski lahir dan bersekolah diwilayah pedalaman tidak menyurutkan semangatnya untuk berprestasi.

Enjelia bersama empat pelajar lainnya; Aben Raden Samudra Jaya, Siswa kelas IV SD IT Madani Kayuagung, Putri Amelia, siswi SDN 1 Sirah Pulau Padang, M. Rizky Aditia, siswa kelas VII SMP Plus Literasi Petir dan Dyra Humaira Suwandi, Siswi SMAN 3 Unggulan Kayuagung mendapat apresiasi berupa wisata edukasi ke Jakarta dan Bogor Jawa Barat, dari tanggal 25 sampai dengan 28 Juni 2022. Enjelia dan rekan-rekannya adalah peserta terbaik yang menyisihkan 500 peserta kompetisi Matematika Suprarasional rayon Ogan Komering Ilir yang diselenggarakan oleh Rumah Literasi OKI bekerjasama dengan Klinik Pendidikan Mipa (KPM) Bogor yang berlangsung mulai dari Januari hingga April 2022 lalu.

“Senang dapat ambil bagian dalam kompetisi matematika dan punya kesempatan yang sama dengan teman-teman yang bersekolah di kota-kota,” ungkap Anjelia.

Enjelia mengaku sangat menyukai matematika meskipun pelajaran ini dianggap sulit oleh kebanyakan orang.

“Suka hitung-hitungan, juga menghapal rumus-rumus. Ada kepuasan kalau berhasil menyelesaikan soal,” terangnya.
Enjelia juga berpesan kepada teman sebayanya yang bersekolah di desa untuk jangan putus asa dan tidak kehilangan semangat belajar.

“Sama saja mau sekolahnya di desa atau di kota, yang penting semangat kita untuk belajar,” ujarnya.

Sementera, Suwantri (53), ibu Enjelia mengaku bangga dengan prestasi anaknya meski bukan dari keluarga berada, anak bungsunya ini mampu berprestasi.
“Haru saya, Bapaknya kerja sebagai buruh sawit, tapi semangat dia untuk belajar sangat tinggi,” terang Suwantri.

Kisah haru lainnya diceritakan Suwantri saat diundang ke Kayuagung untuk menerima hadiah dan berangkatkan ke Jakarta. Mengingat untuk menuju Kayuagung dibutuhkan ongkos yang cukup tinggi.

“Saya bilang sama panitianya kami gak ada ongkos kalau mau berangkat ke Kayuagung karena harus naik speed boat ke Palembang dan naik taksi lagi ke Kayuagung,” ujarnya lirih.

“Namun panitianya bilang ke saya pokoknya ibu berangkat dulu nanti biaya kami yang urus,” terangnya.

Pendiri rumah literasi sekaligus duta literasi Kabupaten OKI, M. Alki Ardhiansyah Iskandar mengatakan edu trip ini merupakan apresiasi bagi para peserta KMS yang keluar sebagai finalis nasional.

“Sebagai bentuk apresiasi kepada para pelajar terbaik yang berhasil lolos ketahap nasional pada Kompetisi Matematika Suprarasional yang digelar pada Februari lalu,” ungkapnya.

Kompetisi Matematika Suprarasional merupakan bagian dari program kerja rumah literasi OKI,” terangnya.

Rumah literasi OKI menurut Alki adalah ruang yang bertujuan untuk mengatasi kesenjangan akses terhadap buku bacaan, terutama bagi anak anak dan remaja di pelosok.

“Dengan kata lain, program ini memiliki misi pemerataan penyebaran buku dan budaya membaca/menulis di masyarakat,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Duta literasi OKI ini juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten OKI, PT Sampoerna Agro yang banyak mendukung kegiatan berliterasi di Ogan Komering Ilir.

“Di rumah literasi kami hanya perantara sumbu yang sedang berusaha menyulut api agar Lentera literasi terus menerangi generasi penerus bangsa,” tutupnya. (Hasan)