Lantik 6 Kades, Begini Pesan Wakil Bupati OKI

News Satu, Ogan Komering Ilir, Kamis 21 Maret 2019- Wakil Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), HM Djakfar Shodiq SE menganalogikan sikap Kepala Desa seperti sebuah lagu jawa “Gundul-gundul Pacul” yang ia yakini merupakan sikap yang harus dimiliki seorang pemimpin desa.

“Dalam lagu itu tersirat Kades merupakan posisi puncak di pedesaan yang harus memiliki kepekaan terhadap masalah yang terjadi,” ungkapnya, setelah melantik 6 kades baru di Desa Bina Karsa, Kecamatan Mesuji Makmur, Kamis (21/3/2019).

Sebagai Kepala, ia menuturkan, harus peka terhadap mata untuk melihat keadaan di sekitar, telingga untuk mendengarkan sumbangsi saran dan masukan, hidung untuk mencium supaya peka dengan keadaan, serta mulut untuk bergerak.

“Selamat menjalankan tugas kepada kades yang baru dilantik. Tunaikanlah tugas dengan sebaik-baiknya kami berpesan berikan yang terbaik tapi jangan selalu merasa yang terbaik,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Pemerintahan Masyarakat Pedesaan (BPMD) Nursula SSos mengutarakan, di antara pelantikan 6 orang kades yang tersebar dalam Kecamatan Mesuji Makmur dan Cengal ini, dilantik juga kades Pengganti Antar Waktu (PAW) yakni Kades Cahaya Mas Yuliana dan Kades Beringin Jaya menggantikan kades terdahulu yang mengundurkan diri karena mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif (Caleg) pada Pemilu 2019. Sedangkan untuk kades dalam PAW ini sendiri melanjutkan masa kades terdahulu hingga 29 Oktober 2021.

“Selanjutnya dilantik juga Penjabat Sementara (Pjs) Kades Bina Karsa Walgito, Kades Mukti Karya Rusli, lalu Kades Mesuji Jaya Dindut Winarno. Kesemuanya dari Kecamatan Mesuji makmur, kecuali Kades Pjs Pelimbangan Mutiara Simanjuntak dari Kecamatan Cengal,” urainya.

Sementara itu, Camat Mesuji Makmur, Suwanta meminta para kades yang dilantik supaya dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal, sekaligus kades sebagai pimpinan dan panutan masyarakat agar menjadi memberikan contoh/teladan yang baik dalam berbagai macam kegiatan, seperti kegiatan sosial, keagamaan, pembangunan dan pemerintahan.

“Berikan pelayanan sekaligus contoh atau panutan di tengah-tengah masyarakat. Sebagai kades juga dituntut untuk bekerja secara maksimal,” tandasnya. (Hasan)

Komentar