News Satu, Ogan Komering Ilir, Rabu 9 Juni 2021- Desa Pulau Geronggang merupakan salah satu desa di Kecamatan Pedamaran Timur Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang memiliki lahan gambut.

Untuk mengantisipasi terjadinya perambahan di lahan gambut tersebut, salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan menginisiasi terbentuknya kesepakatan konservasi.

Adapun kegiatan konservasi tersebut dengan penanaman bibit purun berlokasi dilahan gambut desa pulau geronggang. Penanaman gambut tersebut bertujuan untuk menyediakan bahan baku yang melimpah sehingga pengrajin tidak mengalami kesulitan bahan baku memproduksi kerajinan purun.

Didalam kegiatan itu, sekaligus penempatan tonggak pertama pembangunan rumah purun / purun center berlokasi di desa yang sama, yang nantinya bertujuan untuk penyimpanan peralatan pengelolaan produk purun dan menjadi tempat penyimpanan hasil kerajinan purun desa pulau geronggang. Hal tersebut diungkapkan, Bambang S.Pd selaku panitia.

Acara ini diselenggarakan oleh Eco Fashion Jakarta, Merdy Sihombing juga dihadiri oleh beberapa tamu penting baik dari Kabupaten, Provinsi maupun Jakarta seperti Erna Ika Perwakilan Sub Pokja Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Jakarta.

Kemudian Sekretaris TRGD Provinsi, Eko Agus Sugianto, Bupati OKI yang diwakili oleh staf ahli kemasyarakatan Rosyian Anwar, Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) OKI, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas PMD, Dinas PP dan PA, Kades Pulau Geronggang, Camat Pedamaran Timur dan beberapa tamu lainnya dari berbagai elemen kemasyarakatan.

Dikatakan, Camat Pedamaran Timur Ibrahim, SSos. menjelaskan bahwa anyaman tikar purun ini sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat Pedamaran Timur Desa Pulau Geronggang, yang ditaksir sejak tahun 1900 sebelum zaman kemerdekaan.

“Harapan kami selaku pengrajin purun agar melalui acara ini produk purun di desa kami semakin meluas dan diminati beberapa kalangan, baik didalam negeri maupun manca negara,” harapnya, Rabu (9/6/2021).

Salah satu produk andalannya, lanjut dia adalah karpet anyam purun motif songket, cermin hias dan masih banyak lagi produk lainnya. Didalam acara itu juga diselingi dengan pemberian cindra mata berupa tikar anyaman hasil dari pengrajin yg diberikan kepada beberapa pejabat yang hadir di kegiatan konservasi ini.

Sementara, Founder and CEO PT Eco Fashion Indonesia, Median Sefnat Sihombing menyatakan dukungannya terhadap upaya konservasi dengan penanaman bibit purun di lahan gambut seluas 1 (satu) hektar di desa pulau geronggang.

“Dengan begitu, dapat menjaga lahan purun sebagai bagian dari tata ruang desa untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perlindungan biodiversitas,” Pungkasnya. (Hasan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.