News Satu, Ogan Komering Ilir, Rabu 28 September 2022- Sebagai komitmen dalam pengelolaan dan perlindungan hutan mangrove dan pesisir di Ogan Komering Ilir, dengan menggandeng Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) melalui program Mangrove Ecosystem Restoration Alliance (MERA), Pemkab OKI menggelar Lokakarya Rencana Aksi Konservasi Pengelolaan Mangrove di Pesisir Ogan Komering Ilir.

Wakil Bupati Ogan Komering Ilir H. M. Dja’far Shodiq mengatakan bahwa Kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan salah satu wilayah yang memiliki kawasan hutan mangrove terbesar di sumsel yaitu mencakup 1/4 total wilayah mangrove di Sumatera Selatan.

“Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2021, OKI memiliki 40.020 hektare mangrove. Luas mangrove di OKI ini mencakup 1/4 total wilayah mangrove di sumsel,” Ujarnya saat membuka acara tersebut, Selasa (27/9/2022).

Sebagai dasar pengambilan kebijakan dan program-program strategis yang telah dicanangkan Pemkab OKI terutama dalam mengelola mangrove tentunya Pemkab OKI membutuhkan masukan-masukan dari berbagai pihak.

“Kami menyambut baik program MERA di Kabupaten OKI yang telah melakukan pengumpulan data selama setahun ini, sebagai salah satu program yang secara konsep dan tujuan didasarkan pada kajian ilmiah yang tervalidasi untuk mendukung program-program Pemkab OKI, terutama dalam pengelolaan kawasan mangrove,” pungkas Wabup.

Sementara itu Direktur Program MERA YKAN Muhammad Imran Amin mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung penuh program-program Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir dalam upaya pengelolaan kawasan hutan mangrove dan pesisir di Ogan Komering Ilir.

“Program ini akan menghasilkan konsep perencanaan terpadu yang akan melibatkan para pihak khususnya OPD terkait agar kita bisa melihat bahwa pengelolaan wilayah pesisir ini tidak bisa diselesaikan sendirian melainkan harus dengan kerjasama banyak pihak,” ujarnya.

Amin menyebut bahwa seluruh hasil upaya yang dilakukan tidak lain tentunya untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi lingkungan dan masyarakat di kawasan pesisir.

“Potensi mangrove dan kawasan pesisir Kabupaten OKI harus dikembangkan secara berkelanjutan, kawasan perlu dikelola dengan baik agar dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat saat ini dan generasi seterusnya,” pungkasnya. (Hasan)