Puluhan Warga Ancam Akan Hentikan Paksa Aktivitas Pembangunan Jalan Tol

Puluhan Warga Ancam Akan Hentikan Paksa Aktivitas Pembangunan Jalan Tol
Puluhan Warga Ancam Akan Hentikan Paksa Aktivitas Pembangunan Jalan Tol

News Satu, Ogan Komering Ilir, Senin 15 Oktober 2018– Puluhan warga berasal dari Desa Arisan Buntal dan Desa Celikah Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengelar aksi demo di kantor Pemkab setempat. Warga mengancam akan memblokir jalan dan menghentikan paksa aktivitas pembangunan jalan tol jika tuntutan tidak segera dipenuhi.

“Ada beberapa tuntutan yang harus direalisasikan PT Waskita. Jika tidak, kami tidak segan menutup operasional PT Waskita,” kata Perwakilan masyarakat Desa Arisan Buntal dan Celikah, Samari dan Marzuki didampingi Serikat Hijau Indonesia, Jamaludin dan Sarifudin Gushar, Senin (15/10/2018).

Dia mengaku sudah melaporkan perihal dampak pembangunan jalan tol ke PT Waskita, namun sampai saat ini tidak diindahkan.

Persoalan dampak negatif pembangunan jalan tol, masih kata dia, seperti terjadinua kerusakan 4 rumah sebagai impact pergeseran tanah disekitar operasi perusahaan, kolam ikan yang ditimbun, debu bertebaran dimana-mana sehingga menganggu kesehatan warga.
Marzuki, salah satu warga yang rumahnya terdampak pembangunan jalan tol mengaku kerusakan rumah sudah terjadi sejak 5 bulan lalu. Bahkan kondisi rumah bergeser sekitar 2 meter.

“Ya, sudah dilaporkan ke Waskita, tapi tidak ada tindaklanjutnya. Mereka bilang akan mengganti rugi tiga hari setelah Lebaran, tapi sampai saat ini tidak ada kabar,” ucapnya.
Menyikapi hal itu, asisten I Bidang pemerintahan Setda OKI H Antonius Leonardo menambahkan pihaknya siap menampung aspirasi warga dan siap memediasi masalah ini.
“Kami minta warga kumpulkan data yerkait kerusakan rumah, kebun duku, duren dan lainnya yang terendam banjir dan lainnya,” ucap Antonius meminta Badan Pertanahan OKI dapat mendampingi warga meninjau kerusakan dimaksud.

Pantauan dilapangan, pelbagai spanduk dan pamplet bertuliskan seperti untuk PT Waskita perhatikan lingkungan sekitar akibat rumah rusak, jalan rusak, kebun mati, kolam hilang, pemerintah jangan tidur saja, pengusaha makan kakap, masyarakat makan asap, bupati tolong rakyar kecil, stop tindak rakyat, tutup operasional Waskita.

Perwakilan warga dipersilakan menuju ke ruang rapat bersama Pemkab OKI dengan tetap dikawal petugas dari Polres OKI. (Hasan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.