Sekwan DPRD OKI Diduga Alergi Wartawan

Sekwan DPRD OKI Diduga Alergi Wartawan
Sekwan DPRD OKI Diduga Alergi Wartawan

News Satu, OKI, Jumat 14 September 2018- Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Sekwan) Ogan Komiring Ilir (OKI), Nila Utami diduga alergi dengan wartawan. Pasalnya sudah beberapa kali wartawan hendak mengonfirmasi berita mengenai tunjangan perumahan anggota DPRD OKI sebesar kurang lebih Rp 15 juta/bulan, Sekwan OKI terkesan menghindar. Bahkan setiap kali wartawan hendak menemuinya selalu ada body guard atau oknum preman yang menghalang-halangi.

Hal tersebut dibenarkan Liberty H Murod warga Kelurahan Mangunjaya Kecamatan Kayuagung. Menurutnya, dari pukul 08.30 WIB hingga pukul 13.30 WIB menunggu Sekretaris DPRD OKI guna mau konfirmasi tapi belum bisa ditemui.

Bahkan ketika hendak menemui Sekwan pada hari Rabu (12/9/2018), karena giliran antre setelah lama menunggu dan ada tamu Ismail JP dari Palembang, tiba-tiba ada body guard atau oknum yang merasa menjadi kepercayaannya berinisial DW mengatakan, mau menghadap siapa.

“mau menghadap sekwan”. Lalu dijawabnya tunggu dulu nanti saya laporkan ke beliau, tidak lama berselang dari hitungan jari, DW keluar dan mengatakan, Ibu tidak mau diganggu, mau istirahat makan, tidak menerima tamu, sebentar lagi mau rapat,” ujar Liberty menirukan kata-kata DW (Body guard) Sekwan DPRD OKI, Jumat (14/9/2018).

Lanjutnya, ini tidak masuk akal, kalau sekwan tidak berkenan menerima tamu. Kenapa juga sekwan menerima tamu yang profesinya juga sama, padahal dari pagi dirinya menunggu, apa memang begini prosedur di DPRD OKI ini.

“Bukan zamannya lagi ada body guard atau oknum preman yang menjaga di dinas instansi, apalagi ini DPRD yang menjadi rumah bagi masyarakat OKI,’’ cetusnya kesal.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD OKI H Nawawi Anang dan juga H Agus Salim ST MM mengatakan, kalau benar kejadiannya demikian, pihaknya sangat menyayangkan sikap dari Sekwan yang memakai jasa ‘preman’.

‘’DPRD ini milik semua masyarakat, semua keluhan, aspirasi masyarakat harus diterima, terkait hal tersebut dapat segera diatasi atau tidak kan ada prosedurnya. Kalau sekarang ini masih ada yang memakai jasa preman sebagai pengamanan itu keliru besar, di DPRD OKI ini ada staf, dan juga anggota Pol. PP. Untuk apa ada mereka kalau masih menggunakan jasa preman, bukan lagi zamannya,’’ tegas mereka. (Hasan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.