oleh

Aksi Peduli Mahasiswa KKN UNEJ, Pulang Kampung Tingkatkan Omzet Warung Rujak Tetangga Era PPKM Level 3 di Bondowoso

News Satu, Bondowoso, Senin 23 Agustus 2021- Mengimplementasikan ilmu yang sudah dimiliki, juga bentuk pengabdian kepada masyarakat . Univesitas Jember menerjunkan 3.701 Mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) secara individu di daerah domisili masing-masing mahasiswa yang biasa di sebut dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Back to Village.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unej Terdiri dari 5 program yakni Program Pemberdayaan Wirausaha Masyarakat Terdampak Covid19; Program Inovasi Tehnologi/informasi Dalam Penanganan Covid19; Program Pemberdayaan Bumdes/jaring Pengaman Desa Penanganan Covid19; Program Literasi Desa Pada Masa Pandemi Covid19; Program Penanganan Stunting Dan Aki Akb.

Seorang Mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Jember bernama Muhammad Alfian Adiansyah menjadi mahasiswa KKN BTV 3 dari Kelompok 14 yang memilih tema Program Pemberdayaan Wirausaha Masyarakat Terdampak Covid-19 dengan dosen Pembimbing yakni dr Yudha Nurdian, M. Kes. Alfian akan berupaya untuk membantu salah UMKM dalam strategi pemasaran sebuah produk melalui media sosial.

Kelurahan Blindungan yang berada di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. di Kelurahan blindungan sebagian besar warganya bermata pencaharian lebih dominan pada UMKM atau mengembangkan usaha perdagangan dan jasa.maka dari itu, dengan munculnya covid-19 ini, dan adapun kebijakan pemerintah yaitu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), maka aktivitas-aktivitas wirausaha seperti penjualan atau pemasukan akan mengalami penurunan dan terhambat karena adanya covid-19 dan kebijakan tersebut.

Salah satu pelaku usaha yang terdampak covid-19 adalah Rujak Kedaiku yang berlokasi di lokasi Jalan Jenpol Sucipto Yudhodiharjo Nomor 792 Kelurahan Blindungan, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso. Usaha tersebut menyediakan berbagai macam rujak bagi pecinta kuliner. Maka dari itu, dengan adanya KKN Back to Village, Rujak Kedaiku akan terbantu dalam pengembangan strategi pemasaran melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dll.

Dengan adanya strategi pemasaran melalui media sosial, pelaku usaha akan terbantu dalam menangani masalah menurunnya penghasilan. Didampingi oleh pelatihan agar mampu beradaptasi dan paham mengenai media sosial dengan tujuan untuk meningkatkan ekonomi. Pelaksanaan progam dimulai dengan mendampingi terkait dengan memasarkan produk melalui media sosial. Pelatihan ini memfokuskan pelaku usaha dapat mengoperasikan media sosial sebagai sarana promosi, dan menjual produk makanan. Untuk pendampingan memasarkan produk melalui media sosial, akan diawali oleh pembuatan media sosial seperti Instagram.

Kemudian tahap pelaksaan selanjutnya, akan memberikan pendampingan untuk pembuatan video dan foto yang menarik dan kreatif, guna meningkatkan daya tarik pada calon pembeli. Dengan adanya Instagram yang mempunyai video dan foto menarik, masyarakat di kota bondowoso dapat memesan rujak secara Delivery Order. Jadi, tidak perlu membeli ke tempat secara langsung untuk merasakan nikmatnya rujak dari “Rujak Kedaiku”.

Tahap Ketiga, memberikan pendampingan untuk mengumpulkan beberapa video dan foto testimoni yang akan diupload di Instagram, yang bertujuan untuk memberikan sisi positif bagi usaha “Rujak Kedaiku”. Jika ada beberapa video atau foto testimoni, tentunya masyarakat bondowoso akan penasaran terhadap “Rujak Kedaiku” karena ada hasil review dari beberapa orang yang sudah di upload di Instagram.

Tahap pelaksanaan terakhir, akan melakukan kolaborasi dengan masyarakat Bondowoso yang memiliki cukup banyak followers, agar “Rujak Kedaiku” dapat dikenal oleh seluruh masyarakat di Kabupaten Bondowoso. Jika usaha tersebut sudah dikenal secara luas, maka usaha tersebut akan mengalami peningkatan ekonomi. Pemasaran produk melalui media sosial sangat berguna bagi para wirausaha atau UMKM yang terkena dampak dari Covid-19 ini, karena dapat membantu meningkatkan ekonomi. (Muhammad Alfian Adiansyah/Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Program Studi Akuntansi Unej)

Komentar