oleh

Bioskop KCM Buka, Warga Pamekasan Masih Ribet Aplikasi Pedulilindungi

News Satu, Pamekasan, Kamis 16 September 2021- Anemo masyarakat di Kabupaten Pamekasan Jawa timur untuk memanfaatkan hari pertama dibukanya gedung bioskop tidak terlalu menggembirakan. Pasalnya, warga yang akan menonton film di bioskop setempat masih diribetkan dengan aplikasi khusus vaksinasi.

Sebut saja aplikasi Pedulilindungi yang selama ini seolah menjadi salah satu sara wajib bagi warga untuk beraktifitas di beberapa tempat tertentu. Salah satunya di Komplek Kota Cinema Mal atau KCM yang berada di Desa Sentol, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.

Menurut, Johan Wahyudi Penanggung jawab KCM Pamekasan, dihari pertama operasional itu pihaknya sudah diarahkan oleh satgas Covid-19 Kabupaten setempat untuk tetap patuh prokes dengan ketat. Salah satunya mengharuskan pengunjung untuk melakukan scanning kode dengan aplikasi khusus tersebut.

“Kami sudah didatangi satgas kabupaten tadi pagi, dan semua orang diwajibkan untuk melakukan scan aplikasi Pedulilindungi,” ungkapnya, Kamis (16/9/2021).

“Kami hanya menjalankan aturan yang diberlakukan, jadi mohon maaf jika tidak punya aplikasi itu tidak bisa masuk,” imbuhnya.

Disisi lain, Mohammad Imam salah satu pengunjung merasa sedikit kesulitan untuk masuk dalam studio bioskop itu. Pasalnya, sebagaimana biasanya di kota besar seperti Surabaya dan Jogja cukup hanya dengan menunjukkan kartu vaksinasi yang telah dibawa, maka sudah bisa masuk mal atau kawasan lainnya.

“Terpaksa saya harus download dulu aplikasinya, meski sudah punya kartu vaksinasi setelah saya ikuti vaksinasi sebanyak 2 kali,” ujarnya.

Menurutnya, agak sedikit mubadzir dengan adanya imbauan mbawa kartu vaksinasi kemanapun. Sebab, toh harus pakai aplikasi khusus itu juga setiap kali masuk dalam mal atau bioskop meski sudah tunjukkan kartu.

“Iya kalau pas ada paket datanya, jika pas tidak ada paket internet yang ga da guna juga aplikasi itu,” tukasnya.

Menurut pantauan media ini di KCM pada sore itu memang banyak warga dan muda mudi yang harus balik kucing gara-gara tidak bisa melakukannya scanning dengan aplikasi itu. Padahal, setelah dikonfirmasi mereka sudah divaksin bahkan 2 kali namun hanya pegang kartu vaksi saja saat kemanapun.(Yudi)

Komentar