Bupati Pamekasan Minta Kecamatan Lain Tiru Model Palengaan

Pamekasan, Rabu 4 2026 | News Satu- Di tengah keterbatasan anggaran daerah, terobosan lahir dari Kecamatan Palengaan. Sebanyak 13 rumah tidak layak huni (RTLH) berhasil dibangun tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Inisiatif tersebut mendapat apresiasi langsung dari Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman, saat melanjutkan agenda Safari Ramadan Pemkab Pamekasan di Pendopo Kecamatan Palengaan. Safari Ramadan itu turut dihadiri Wakil Bupati, Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Bupati menyampaikan terima kasih kepada Camat Palengaan yang dinilai mampu membangun 13 unit RTLH melalui pendekatan kolaboratif dengan para pengusaha, tanpa membebani APBD.

“Alhamdulillah, di tengah tantangan anggaran, Camat Palengaan mampu membangun 13 RTLH tanpa mengganggu APBD. Ini luar biasa,” ujar Bupati KH. Kholilurrahman, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, selama ini program pembangunan rumah warga kurang mampu identik dengan pembiayaan melalui APBD. Namun langkah Palengaan membuktikan bahwa sinergi dengan sektor swasta bisa menjadi solusi alternatif.

“Kalau pakai APBD semua orang bisa. Tetapi menggerakkan dukungan pengusaha itu tidak mudah jika pendekatannya tidak tepat,” tegasnya.

Bupati Klolilurrahman berharap inovasi tersebut bisa direplikasi oleh kecamatan lain di Kabupaten Pamekasan. Ia menilai, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti membangun.

“Kami harap camat lain bisa mengikuti terobosan ini demi pemerataan pembangunan,” katanya.

Bupati Pamekasan juga menekankan pentingnya pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan tetap dapat diakses masyarakat hingga tingkat kecamatan.

“Kolaborasi antara pemerintah kecamatan, desa, dan pihak swasta menjadi kunci agar pembangunan tetap berjalan di tengah penurunan kapasitas fiskal,” tandasnya.

Kholilurrahman mengingatkan seluruh jajaran pemerintah desa agar tidak kehilangan semangat meski menghadapi tantangan anggaran.

“Semangat tidak boleh padam. Dengan semua potensi yang kita miliki, pembangunan harus terus berjalan,” pungkasnya.

Safari Ramadan ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga momentum evaluasi dan penguatan komitmen pembangunan berbasis kolaborasi demi kesejahteraan masyarakat Pamekasan. (Yudi)