News Satu, Pamekasan, Kamis 19 Mei 2022- Secara mendasar ada tiga hal utama yang mendasari setiap perubahan kurikulum menurut pemerintah. Nah, diantaranya yakni karena tuntutan perubahan zaman; Adanya tuntutan kebutuhan peserta didik yang berubah yang dituntut adaptif dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Lalu selain itu juga adanya perubahan standard yang berlaku agar semua bisa menyelenggarakan dengan baik dan sesuai harapan. Tentunya semua itu tetap berlandaskan pada azas kemanfaatan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan generasi muda.

Oleh sebab itu, secara resmi menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Disdikbud Kabupaten Pamekasan Akhmad Zaini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) mengeluarkan kebijakan khusus. Yaitu dalam upaya pengembangan Kurikulum Merdeka yang diberikan kepada satuan pendidikan sebagai opsi tambahan dalam rangka melakukan pemulihan pembelajaran.

“Dalam merespon hal tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan menyelenggarakan Persiapan Implementasi Kurikulum Merdeka Jenjang Pendidikan Sekolah Dasar, Kamis (19/5/2022, red) di Hotel Cahaya Berlian Pamekasan,” tuturnya, Kamis (9/5/2022).

Tak ayal jika pada kegiatan ini langsung dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan, Akhmad Zaini dan jajaran pejabat setempat. Bahkan turut hadir Kabid SD, Fatimatus Zahrah serta Zainal Fattah sebagai KORWILCAMDIKBUD Kecamatan Pakong.

“Untuk kesepakatan kali ini diikuti oleh 26 Kepala Sekolah SD dan 24 Ketua KKG,” tuturnya.

Tak ayal jika dalam sambutannya, Zaini menyampaikan bahwa sekolah harus segera merespon terhadap perubahan yang terjadi melalui kurikulum merdeka ini. Pihaknya juga menambahkan bahwa Kurikulum Merdeka ini lebih sederhana dan fleksibel untuk diterapkan pada para peserta didik di Bumi Gerbang Salam.

“Dan tentunya bisa memberikan kemerdekaan belajar sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik,” tandasnya. (Yudi)

Komentar