News Satu, Pamekasan, Selasa 11 Oktober 2022- Perasaan cukup puas atas pagelaran Gebyar Batik yang selama ini digelar oleh pemerintah kabupaten Pamekasan Jawa timur semakin lengkap. Pasalnya dengan ajang pamungkas di Bali sebagai sesi terakhir kemarin, mengendapkan ikhtiar pemerintah daerah setempat untuk mempromosikan batik Pamekasan sekaligus meningkatkan daya jual di mata nasional dan internasional.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Achmad Sjaifuddin, pada media setelah gelaran besutannya di saksikan langsung oleh utusan sekitar 50 negara dan didukung oleh Menparekraf RI Sandiaga Uno di lokasi gelaran secara khusus.

Tak ayal, jika pihaknya kerap melakukan presentasi perihal gebyar batik Pamekasan tersebut kepada beberapa lembaga nasional. Termasuk kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI untuk kuatkan ikhtiar keseriusan pemerintah dalam promosikan batik tulis Bumi Gerbang Salam.

“Kemarin pak direktur juga menyampaikan terima kasih kepada saya bahwa adanya gebyar batik ini dapat menambah kualitas acaranya (world converence on creative economy, red),” tukasnya.

Kedepan Achmad berharap sesuai lansiran resminya, batik tulis Pamekasan menjadi top off mind masyarakat luar dan masyarakat mancanegara demi keberlangsungan ekonomi perajin. Oleh karena itu, para pemuda sebagai penerus perjuangan untuk senantiasa mempertahankan batik sebagai warisan nenek moyang.

Nah, untuk itu secara khusus dia minta para designer untuk senantiasa mengevaluasi dari setiap gebyar batik sebelumnya agar tampil lebih baik pada gelaran lanjutan. Pamungkasnya, Gebyar Batik di pulau dewata kali ini menjawab keraguan khalayak, dengan tampilan memukau dan lebih dari ekspektasi semua kalangan dari yang tua hingga yang muda. (Yudi)

Komentar