Disporapar Pastikan PFW Akan Digelar Rutin di Pamekasan

News Satu, Pamekasan, Jum’at 8 April 2022- Pemerintah Kabupaten Pamekasan Jawa timur melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) bertekad akan agendakan rutin gelaran Pamekasan Fashion Weekend (PFW). Sebab untuk pertama kalinya kemarin, telah dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Shalahuddin Uno di Mandhapa Aghung Ronggosukowati, pada Jum’at (1/4/2022) lalu.

Meski dalam acara perdana tersebut hanya menampilkan baju batik casual look dan semi formal dengan berbagai tema sesuai kearifan lokal Pamekasan. Namun, kedepan pihak Disporapar Pamekasan akan semakin mengkonsep PFW dengan berbagai inovasi dan kreasi kemasan acara agar jadi agenda tahunan.

Tentu, yang menandai semangat utama yakni menguatkan upaya pengenalan karya budaya batik khas Pamekasan. Itu melalui konsep Fashion show yang juga menggandeng empat designer, baik lokal maupun nasional.

“Selain itu juga ditampilkan ragam batik klasik khas Kabupaten Pamekasan. Target untuk kegiatan ini agar Pamekasan menjadi Pusat Fashion Jawa Timur dan untuk mengembangkan serta meningkatkan jumlah minat dan daya jual serta daya saing dari Batik khas Pamekasan,” kata Kabid Pariwisata Disporapar Pamekasan, Moh. Zahri, Jum’at (8/4/2022).

Menurutnya, yang juga dilansir Pemkab, pelaksanaan PFW diharap mampu menjadi wadah bagi para designer lokal Pamekasan bersaing di kancah nasional. Tak hanya itu, bahkan dari Internasional dengan kualitas yang dimiliki dalam mengangkat potensi warisan budaya nasional yang berkearifan lokal Bumi Gerbang Salam.

“Untuk selanjutnya, acara ini akan kami rencanakan untuk menjadi agenda tahunan yang dapat terdaftar di event nasional manparekraf yang tentunya dapat memberi multiple efect untuk berbagai sektor, khususnya di Pamekasan,” tukasnya.

Tak ayal, jika Pihaknya bekerja sama dengan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pamekasan. Khususnya, dalam kemasan acara agar lebih sarat nuansa ekonomi kerakyatan dan kreatif, dengan memamerkan produk unggulan masing-masing.

Jadi, akan dipastikan dalam setiap agenda penyelenggaraan tidak hanya menampilkan batik. Melainkan juga ada produk ekonomi kreatif lain yang dapat mendorong perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Besar harapan kami, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI dapat memberikan regulasi agar kegiatan kepariwisataan di Pamekasan mendapat dukungan dari berbagai pihak dan mencapai tujuan bersama secara maksimal,” harapnya.(Yudi)