Ini Cara Pemkab Pamekasan Atasi Multi Efek Pandemi Covid-19 

News Satu, Pamekasan, Jumat 18 November 2022- Tercatat setidaknya selama dua tahun ini, Covid-19 terus melanda Indonesia dan setiap jengkal kota dan kabupaten. Bahkan, ada beberapa sektor vital negeri yang terdampak hingga saat ini sebagai multi efek yang panjang dari adanya pandemi.

Tak ayal juga menurut Wakil Bupati Pamekasan Jawa timur, RB Fattah Jasin setiap usaha mikro kecil menengah, seperti pedagang kali lima (PKL) yang jumlahnya sekitar 1.800 pedagang juga terdampak. Mereka secara langsung terimbas dengan mengalami penurunan omzet penjualan selain ada yang gulung tikar sebagai dampak dahsyatnya covid yang non medis.

Nah, tak hanya itu saja, dalam gambaran dia, ada sembilan destinasi wisata juga mengalami penurunan omzet. Alhasil, Pemkab mencatat juga ada sekitar 500 pekerja seni dan wisata mengalami penurunan ekonomi di Bumi gerbang salam selama ini.

Tak berhenti disitu juga, ada lebih dari 3667 industri kecil dan menengah tidak beroperasi. Lalu kemudian 1490 ojek online mengalami penurunan penghasilan selama masa sulit wabah yang mendunia itu.

“Para pelaku ekonomi di sekolah-sekolah juga mengalami dampak ekonomi akibat covid-19, mereka tidak berjualan karena sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh,” tukasnya.

Melihat semua fenomena itu, secara cepat pemerintah daerah hadir dengan memberi pinjaman modal dengan bunga rendah. Itu khusus kepada para pelaku ekonomi untuk memulihkan perekonomian kerakyatan yang masih harus hidup sebagai tulang punggung kesejahteraan masyarakat di pelosok.

Pasalnya, itu bukti konkret pemerintah selalu hadir untuk kepentingan masyarakat. Termasuk pula melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang menjadi program pemerintah pusat, salah satunya memberikan bantuan stimulan kepada para pelaku UMKM.

Fattah Jasin melanjutkan, pihaknya juga terus mendorong program wirausaha baru (WUB) sebagai cikal bakal mencetak usahawan lokal berkualitas secara masif. Lalu juga dengan strategi desa tematik yang digalakkan disetiap kecamatan dan inovasi kreatif pada beberapa organisasi perangkat daerah agar ekonomi masyarakat tetap tumbuh.

“Sebagian pembangunan infrastruktur juga kita lakukan secara swakelola bersama masyarakat setempat, tidak kontraktual. Ini juga penting, karena visi misi pak bupati ingin mensejahterakan masyarakat merata dari bawah, berkeadilan,” tandasnya.

Oleh sebab itu, Wakil Bupati itu mengharapkan OPD maksimalkan upaya pembentukan desa tematik. Sebab dinilai jitu untuk menunjang perekonomian masyarakat sekitar sesuai dengan tema masing-masing. Seperti desa wisata, desa UMKM dan lainnya dengan semangat penguatan perekonomian masyarakat berbasis kearifan lokal.(Yudi)

Komentar