oleh

Ketika Pengusaha Muda Lahir Dari Program WUB di Pamekasan

News Satu, Pamekasan, Jumat 19 Februari 2021- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur memiliki program unggulan berbasis kreatifitas dan pemuda. Dengan mengusung tagline program wirausaha baru (WUB), gerak cepat Bupati Pamekasan ini dijadikan sebagai salah satu program prioritas dalam menguatkan Inovasi dan ekonomi kreatif Bumi Gerbang Salam.

Bupati Pamekasan, H Baddrut Tamam disetiap kesempatan mengungkapkan, bahwa pihaknya merancang gagasan Desa Tematik sebagai rumusan menggali potensi ekonomi di tingkat Desa. Nah, pada sektor ekonomi kerakyatan ini, ada beberapa strategi yang akan dilakukan, salah satunya yakni melalui program WUByangsudah bergulir selama hampir setahun ini.

Menurutnya, program WUB ini memudahkan masyarakat menemukan ide usaha berbasis kearifan lokal. Serta sekaligus akan dengan cukup cepatnya nanti dalam proses mengembangkan usahanya.

Sebab, Pemkab akan hadir dengan memberikan modal usaha kepada pengusaha yang menginginkannya. Bahkan dengan skema bunga usaha hanya sebesar satu persen dalam setahun, ABG secara teknis bekerja sama dengan pihak perbankan yang juga telah sepakat dalam program prioritas itu.

“WUB dengan target yang ambisius sekali dengan 10 ribu pengusaha baru akan kita latih dan dorong untuk dikelompokkan menjadi usaha baru,” katanya pada media, Jumat pagi.

Ra Baddrut juga menambahkan ,bahwa tumbuhnya usaha baru di daerahnya akan berdampak positif terhadap perputaran ekonomi secara merata dan cepat. Sebab nantinya akan muncul usaha berkearifan lokal seperti usaha songkok, usaha sarung, usaha tas, usaha sandal dan beberapa jenis usaha lainnya.

Sehingga segala kebutuhan masyarakat loka akan terpenuhi melalui produk lokal yang ada disekitarnya. Perputaran uang dan ekonomi juga akan dirasakan secara langsung tanpa melalui biaya pendistribusian yang biasa akan membuat harga lebih mahal nantinya.

“Selama ini, songkok yang kita pakai tidak ada yang diproduksi di Pamekasan. Juga sarung, sepatu, tas bahkan snack yang kita makan sehari-hari tidak ada yang diproduksi di Pamekasan,” jelasnya, Jumat (19/2/2021).

Motivasi inilah yang mendasari, untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat melalui program WUB agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi. Sehingga, pihaknya melatih beberapa pengusaha yang memiliki komitmen secara serius agar potensinya berkembang.

“Setelah kita latih, kita bantu alatnya, setelah itu diberi pinjaman modal. Orang yang tidak punya keahlian harus kita dorong untuk punya keahlian. Setelah punya keahlian dia harus punya mesin produksi, setelah itu butuh modal, kemudian butuh pasar. Pemkab Pamekasan menyiapkan keseluruhannya itu,” tegasnya.

Sementara itu, terkait pemasaran luas, pihaknya menyiapkan dua strategi pemasaran menyerap produk lokal itu, Pemasaran secara offline dilakukan dengan cara mendirikan Wamira Mart atau wira usaha milik rakyat yang saat ini masih dalam proses. Sementara pemasaran secara online bekerja sama dengan beberapa star up.

“Senang sekali jika kemudian beberapa usaha yang dirancang oleh wirausaha baru ini bisa laku dan menjadi pilihan produk utama yang akan dibeli oleh masyarakat. Kemudian etos dan semangat menjadi pengusaha baru ini tetap terpacu,” tutup mantan Ketua PKC PMII Jawa Timur tersebut.

Sementara itu, pengusaha songkok At-Tamam, Sahaji Imron dalam kesempatan itu juga menyampaikan terimakasih kepada Pemkab Pamekasan yang telah menfasilitasi usahanya serta memberikan modal dengan bunga kecil.

“Begini, saya memproduksi songkok nasional yang memang menjadi cita-cita saya. Alhamdulillah ada program pelatihan dari bapak bupati yang di dalamnya ada produksi songkok. Sebelum ikut pelatihan saya buat songkok seadanya saja,” tandasnya.

Diceritakannya, setelah mantap mengikuti pelatih dari program Pemkab Pamekasan usahanya dapat menghasilkan songkok dengan kualitas yang lebih bagus. Kemudian mengembangkan usahanya melalui pinjaman modal dengan bunga satu persen yang difasilitasi oleh pemkab tersebut.

“Untuk modal awal saya jual sepeda saya, karena masih kurang karena saking banyaknya pesanan. Kemudian saya mengajukan untuk kebutuhan permodalan, alhamdulillah cair,” pungkasnya. (Yudi)

Komentar