News Satu, Pamekasan, Rabu 27 April 2022- Penguatan strategis untuk pendidikan di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, terus diupayakan Pemerintah Kabupaten setempat. Terutama oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Disdikbud melalui pola Sosialisasi Perencanaan Berbasis Data, Platform Merdeka Mengajar dan Kurikulum Merdeka.

Tak ayal ini dilakukan bagi segenap Pengawas Sekolah Dasar yang berdasarkan Tahun Anggaran 2022, mulai Selasa (26/5/2022) kemarin di Aula kompleks Disdikbud jalan raya Proppo Pamekasan. Alwajah antusias tergurat dimuka para peserta sebagaimana mendapatkan pengetahuan baru yang cukup menunjang kinerja tenaga pendidik nanti di lapangan.

Tak ayal juga, jika di kegiatan ini dihadiri oleh Kabid SD, Fatimatus Zahrah, M.Pd. lalu juga didampingi, Kasi Kurikulum Sadikun, dan KORWILCAMDIKBUD Kec. Pakong, Zainal Fatah.

Bahkan secara khusus juga dihadirkan Narasumber yang terdiri atas; Miftahul Huda, Mohammad Hairi. Kemudian juga ada Abdul Qadimul Azal, dan pegiat pendidikan lainnya, Sinar Jaya.

“Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan pemahaman dan penjelasan kepada sebanyak 25 Pengawas sekolah,” ungkap Fatimatus Zahrah, Rabu (27/4/2022).

Pasalnya, ini dilakukan agar semua semakin mantap dalam mengabdi mencerdaskan kehidupan bangsa dan generasi penerus Bumi Gerbang Salam. Terutama tentang platform Merdeka Mengajar dan Kurikulum Merdeka, serta hal-hal yang terkait dg informasi kekinian.

“Seperti diketahui, Platform Merdeka Mengajar merupakan platform edukasi yang di dalamnya terdapat tiga fungsi utama, yaitu membantu guru untuk mengajar, belajar, dan berkarya,” tukasnya.

Serta, memiliki visi untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang kolaboratif dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran dan iklim kerja yang positif. Sehingga kedepannya akan menjadi atmosfer positif di dunia pendidikan setempat untuk cetak generasi yang berdaya saing global kemudian.

Kurikulum Merdeka, menurut dia, merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam dan apik. Yakni di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

“Kurikulum Merdeka ini sebagai opsi satuan Pendidikan dalam rangka pemulihan pembalajaran,” tuturnya.(Yudi)