Lapas Pamekasan Assesment Rehabilitasi untuk 40 WBP 

News Satu, Pamekasan, Senin 31 Oktober 2022- Guna mendukung program Rehabilitasi bagi Narapidana Narkotika yang diselenggarakan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pamekasan Kanwil Kemenkumham Jatim, Sejak tanggal 27 hingga 29 oktober para Petugas telah melaksanakan kegiatan Assesment kepada residen di Lapas Pamekasan.

Bahkan dilaporkan kegiatan menjadi tolak ukur bagi pihaknya dalam menentukan langkah selanjutnya sebagai semangat memanusiakan manusia para warga binaan pemasyarakatan atau WBP setempat.

Menurut Kepala KPLP Lapas Kelas IIA Pamekasan Jawa timur Leksono Novan, kegiatan assesment awal ini dilaksanakan selama 3 (Tiga) hari. Yakni mulai Kamis hingga Sabtu yang bertempat di Ruang khusus agar efektif dan kondusif yaitu di Aula Blok A Lapas Kelas IIA Pamekasan.

Nah, tak ayal jika pada kesempatan kali ini diikuti segenap Peserta rehabilitasi yang berjumlah 40 orang Warga Binaan. Itu dipilih dengan seleksi yang telah diusulkan dalam sidang TPP untuk menjalani program Rehabilitasi.

Sedangkan menurut Seno Utomo, Kalapas Kelas IIA Pamekasan Program rehabilitasi Narkoba ini dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup semua peserta. Selain untuk peningkatan produktifitas Narapidana narkoba selama menjalani masa hukumannya sebagai bentuk balasan atas berbagai kesalahan yang telah diputus bersalah oleh hakim.

Sehingga, saat berada di luar hunian dan bebas bisa lebih baik hidup di masyarakat untuk memulai langkah baru. Pasalnya keberadaan Lapas ini untuk pembinaan kemasyarakatan bukan hanya sebagain hunian tempat penebusan kesalahan pidana mereka.

“Hari Senin ini kami resmi telah selesai melaksanakan Assessment Awal bagi Warga Binaan peserta Rehabilitasi dengan target 40 Residen,” tandasnya, Senin (31/10/2022).

Lebih lanjut, Kalapas Seno utomo menambahkan dari kegiatan assesment ini diharapkan terdapat tindak lanjut yang lebih khusus dan strategis. Diantaranya berupa evaluasi psikologi, konseling, intervensi singkat bagi WBP Rehabilitasi Lapas Pamekasan.

“Sehingga saat mereka bebas dan kembali ke masyarakat akan lebih siap dan berinteraksi secara positif untuk hidup yang baru nantinya,” tukasnya.(Yudi)

Komentar