Petani Resah, Pemkab Pamekasan Evaluasi Pemantau Tembakau

News Satu, Pamekasan, 10 September 2020- Keresahan petani tembakau, bisa sedikit lega. Pasalnya, selama ini banyak pertanyaan atas peran pemerintah kabupaten dalam melindungi hak petani dan stabilitas harga di pabrikan. Oleh karenanya, Pemkab Pamekasan, Madura, Jawa Timur, melakukan rapat evaluasi hasil pemantauan tembakau di setiap pabrikan.

Para pemantau tembakau dikumpulkan dalam satu kesempatan, dan diminta untuk melaporkan hasil pemantauan dan temuan yang ada di lapangan. Baik, keluhan maupun teknis transaksi yang tak sesuai dengan ketentuan di pabrikan yang telah menyerap hasil panen tembakau.

Pemkab Pamekasan, melalui Kabid Pengawasaan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pamekasan, H. Mulyadi menerangkan, rapat merupakan agenda rutin. Agenda mingguan ini menjadi bahan evaluasi kinerja. Selain, semuanya memaparkan temuan  atau kejanggalan  yang ada di pabrikan.

“Dari hasil evalusi ada beberapa keluhan yang terungkap dari pemantau. Yakni, ada gudang yang tidak membolehkan tim pemantau masuk untuk mengawasi langsung. Sehingga, pengambilan sampel tembakau yang dilakukan pabrikan tidak terpantau,” ungkapnya, Kamis (10/9/2020).

Dari tim pengawas pasti akan menindaklanjuti temuan ini. Tentunya, akan mengedepankan komunikasi dengan pihak pabrikan. Jika sudah menjalin hubungan baik dengan para pihak. Tidak akan ada pihak yang menghalangi untuk masuk dan memantau gudang pabrikan.

“Kami, berjanji, akan tindaklanjuti aspirasi dan keluhan atau temuan yang dilakukan tim pemantau. Nanti akan menjadi laporan resmi Disperindag untuk penindakan,” tegasnya. (Yudi)

Komentar