oleh

PSSI Pamekasan Siapkan 3 Wasit Wanita dengan Kursus Wasit C-3

News Satu, Pamekasan, Senin 9 November 2020- Memacu prestasi olahraga merupakan upaya setiap cabang olah raga atau cabor dalam berperan mengisi pembangunan daerah secara utuh. Melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI setempat, setiap cabor memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan kemampuan dan keahliannya.

Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang merupakan cabor binaan KONI Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menyiasati kekosongan kompetisi dengan menggelar kursus wasit C-3. Itu digelar selama 7 hari kedepan terhitung mulai Senin hingga Minggu (9-15/11/2020) mendatang.

Pembukaan Kursus Keahlian tersebut akan berlangsung di Hotel New Ramayana Pamekasan, Jawa Timur. Kemudian, secara teknis akan dijadwalkan untuk diberikan materi di dalam ruangan.

Ketua Askab PSSI Kabupaten Pamekasan Djohan Susanto, menerangkan, pola peningkatan kualitas dan kapasitas dalam pelatihan tersebut tidak hanya sebatas pengetahuan teori ruangan saja. Melainkan, pihaknya juga mengkonsep agenda pelatihan praktek lapangan.

“Itu guna menguji daya tahan tubuh atau fitness peserta di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, nantinya,” terangnya pada media Senin (9/11/2020) sore.

Selain itu, dalam pola perekrutan peserta pihaknya memberikan kesempatan pada setiap asosiasi kabupaten yang berminat untuk mengirimkan perwakilannya. Sehingga diharapkan akan menjadi aset bersama berkaitan dnegan pemenuhan kebutuhan wasit berlisensi C-3 di Kabupaten Pamekasan nantinya.

Tercatat sebanyak 35 orang peserta yang turut serta dalam kegiatan pelatihan kali ini. Yang menariknya ada 3 ornag calon wasit wanita yang juga nampak hadir dan nantinya akan diwajibkan untuk mengikuti rangkaian pelatihan secara penuh.

“Memang ada 3 calon wasit wanita yang juga turut dalam pelatihan wasit C-3 ini. Semua akan diperlakukan sama dalam setiap tahapan baik diruangan maupan dilapangan,” terangnya.

Perlu diketahui dari 35 asosiasi kabupaten, tidak semua asosiasi yang mengirimkan perwakilannya. Namun, itu hal teknis yang pasti semua dilakukan untuk mengoptimalkan potensi dan kapasitas semua asosiasi agar lebih baik kedepannya. Apalagi dengan adanya kekosongan kompetisi akibat pandemi ini. (Yudi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.