Quick Respon Banjir, PSDA Menutup Tanggul Kritis di Pamekasan

News Satu, Pamekasan, Selasa 26 April 2022- Masalah banjir di kabupaten Pamekasan, Jawa timur menurut Ketua Komisi III DPRD Pamekasan, Ismail, merupakan soal pelik dan butuh solusi komperhensif. Hal ini juga dibenarkan oleh Anton Danuswara, Kepala UPT PSDA WS Madura yang terus melakukan upaya cepat penanggulangan bencana itu kedepan secara kolaboratif antara pemerintah kabupaten Pamekasan dan provinsi Jatim.

Menurut Danuswara semua terjadi karena disebabkan adanya fenomena penggundulan hutan di hulu dan galian tanah yang semakin luas yang harusnya menahan laju air. Selain itu, juga ditengai ada pendangkalan di sepanjang jalur aliran sungai, sehingga butuh penyelesaian lintas sektor agar lebih efektif.

“Minimal, kita ada penanganan dibi daripada tidak. Yakni terutama di kawasan sungai semajid yang akan dilakukan normalisasi sesuai anggaran yang dialokasikan,” terangnya, Selasa (26/4/2022).

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan upaya taktis dengan menutup tanggul kritis yang ada disepanjang aliran sungai. Karena itu hingga saat ini masih ada alat berat yang berkerja untuk melakukan itu, selain pengerukan lanjutan, sesuai anggaran di tahun 2023 mendatang.

“Nah, itu dilakukan secepatnya agar tampungan volume air bertambah dan aliran sungai akan lebih lancar dan cepat ke hilir tidak mengendap serta meluber ke perkampungan,” tukasnya.

Selain itu, tim PSDA lainnya, Gianto juga menjelaskan, di kawasan bottle neck atau persimpangan sungai juga akan dilakukan normalisasi untuk kelancaran aliran sungai. Selain juga ada rencana pembangunan galiplack untuk menahan sedimentasi di kanan kiri sungai yang membelah kota bumi gerbang salam.

“Minimal ada sitepel dan mesin pompa seperti yang ada di kali kemoning, Sampang. Sehingga akan mempercepat hilangnya genangan dari luapan sungai yang terjadi selama ini dalam waktu cepat tidak berhari-hari,” ungkapnya.

Bahkan secara ideal dalam pandangan dia, solusi paling baiknya dengan konsep dibangunnya pintu air di hilir seperti yang ada di kota Surabaya. Itu sebagai antisipasi kenaikan pasang air laut agar tidak ke darat saat bahaya banjir terjadi seperti kemarin. Dengan catatan anggaran yang disediakan oleh pemerintah provinsi Jawa timur, cukup untuk itu.(Yudi)

Komentar