oleh

Siswa SD Di Pamekasan Meninggal Tersetrum Saat Bermain di Sekolah

News Satu, Pamekasan, Rabu 4 Nopember 2020- Kabar duka menyelimut di Sekolah Dasar Negeri atau SDN Larangan 3 Desa Larangan Luar Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Pasalnya, di hari nahas ini, seorang siswa meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik saat bermain di lingkungan sekolah dan di jam KBM pada Rabu (4/11/2020) pagi ini.

Menurut keterangan Kapolsek Larangan AKP Tamsil, korban bernama Risal, 9 yang merupakan Siswa SDN larangan Luar 3 ini, sekitar pukul, 09.00 wib, sedang bermain bola di halaman sekolah. Lalu tiba-tiba bola terjatuh keselokan yang berada disekitar lapangan tersebut.

Tanpa pikir panjang, korban langsung berusaha mengambil bola yang terjatuh di selokan, namun terpeleset. Pada saat itulah, tanpa sengaja tangan kanan korban meraih kawat Pompa airĀ  yang teraliri listrik.

“Teman korban ingin berusaha menolong namun tidak berani. Sehingga korban ditolong oleh Guru Olahraga Larangan Luar 3, Zainul serta langsung dilarikan kepuskesmas larangan,” ungkapnya pada wartawan, Rabu pagi (4/11/2020).

Malangnya, setibanya di Puskesmas Larangan, korban ternyata telah dinyatakan meninggal dunia. Itu, dimungkinkan akibat tersetrum listrik yang mengalir di kawat pompa air tadi.

“Untuk kerugian 1 anak meninggal dunia. Kegiatan melibatkan Babinsa, Babinkamtibmas yang berkordinasi dengan tim FRPB Pamekasan dan perangkat desa serta instansi terkait,” ujarnya.

Pihak Sekolah masih enggan berkomentar terkait kejadian tragis tersebut. Sebab, semua Guru masih merasa terkejut atas kejadian yang menimpa anak didik mereka tersebut.

Sementara itu, Koordinator Forum Relawan Penanggulangan Bencana atau FRPB Pamekasan, Budi Cahyono yang juga di lokasi menghimbau agar selalu waspada dan berhati-hati dalam meletakkan prasarana yang rentan kecelakaan. Semua harus cermat dalam memposisikan sarana listrik itu, terutama di tempat yang terlalu mudah dijangkau oleh anak-anak.

“Ayo berhati hati, periksa lagi di sekitar Rumah, sekokah dan lokasi yang sering kita tempati. Khawatir ada kabel yang berbahaya, apalagi ada di bawah atau cukup rendah, membahayakan kita,” tukasnya yang juga tim rescue BPBD Pamekasan. (Yudi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.