Tingkatkan Mutu Pendidikan, Disdik Pamekasan Minta Guru Harus Inovasi Dan Kreatif

News Satu, Pamekasan, Rabu 10 Mei 2023- Dalam rangkan meningkatkan mutu Pendidikan, Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menghimbau kepada setiap Guru untuk melakukan inovasi dan kreatif.

Terutama dalam menjalankan tugas dan fungsinya untuk mencapai target pendidikan yang telah ditetapkan diprioritas utama pembangunan bumi gerbang salam.

Sebab, menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Pamekasan, Akhmad Zaini, Target besarnya yakni yang paling utama soal pentingnya pendidikan bagi persaingan global agar setiap lapisan masyarakat bisa berkehidupan lebih baik.

Dibenaknya, dengan begitu kabupaten Pamekasan akan menjadikan pendidikan sebagai salah satu program prioritas. Khususnya selama kepemimpinan Bupati Baddrut Tamam sebagai investasi sumber daya manusia (SDM) bumi gerbang salam untuk masa depan.

“Sehingga secara utuh, berbagai potensi dan sumber daya manusia (SDM) yang ada Pamekasan mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional. Karenanya upaya besar ini harus didukung oleh segenap stakeholder pendidikan di wilayah tersebut tanpa kecuali dari atas hingga bawah,” katanya, Rabu (10/5/2023).

Disamping penguatan itu, pihaknya juga bertekad untuk terus menguatkan profil pelajar Pancasila. Itu agar terbentuk nilai-nilai dasar Pancasila pada kepribadian bangsa Indonesia bisa dimiliki secara baik oleh generasi penerus.

Pasalnya, selama ini berbagai upaya pendidikan memiliki beberapa kendala eksternal dari masyarakat. Diantaranya kendala pendidikan yang selama ini dirasa kurang adanya kesadaran bersama, tentang pentingnya pendidikan.

“Sebab, soal sarana dan prasarana bukan lagi menjadi kendala utama untuk mendorong kemajuan pendidikan di daerah hingga pelosok. Bahkan, melainkan kesadaran pendidikan yang menjadi momok bagi masyarakat,” tandasnya.

Buktinya, dalam data Disdik Pamekasan masih ada yang menganggap mengenyam pendidikan hingga sekolah menengah pertama (SMP) telah dianggap cukup. Padahal menuntut ilmu bisa dilakukan hingga perguruan tinggi apalagi dengan berbagai fasilitas beasiswa yang telah disiapkan pemerintah daerah.

“Kalau sarana dan prasarana saya kira sudah cukup bagus, walau masih banyak yang belum. Kualitas guru bagus, kualitas siswa lumayan. Jadi kita masih terkendala budaya, jadi tidak semua orang tua siswa memiliki kesadaran anak untuk belajar minimal sampai sarjana, mereka berpikir cukup di SD dan SMP kadang,” tukasnya.

Soal perubahan kurikulum yang dilakukan pemerintah pusat, menurut Zaini, tidak ada maksud lain kecuali untuk menjawab tantangan zaman yang setiap saat mengalami perubahan. Oleh karena itu, tenaga pendidik hendaknya senantiasa memiliki semangat mengabdi dalam situasi dan kondisi apapun.

“Karena tuntutannya setiap tahun berbeda, tuntutan tahun depan beda dengan hari ini. Maka pendidikan hari ini dalam rangka menghadapi tuntutan masa depan 5 sampai 10 tahun kedepan bukan untuk menyelesaikan hari ini. Makanya kurikulum selalu berubah sesuai dengan tuntutan,” pungkasnya. (Yudi)

Komentar