News Satu, Pamekasan, Sabtu 18 Juni 2022- Dinas pendidikan dan kebudayaan atau Disdikbud Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, kembali disorot warga. Sebab, salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bangkes IV Kecamatan Kadur mendapat sorotan kasus, soal ketidakjelasan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang berupa uang tunai dari pemerintah.

Hal ini lantaran beberapa buku tabungan rekening milik siswa tidak diketahui keberadaannya. Itu diketahui setelah disetor kepada salah satu guru yang berada di lembaga tersebut.

Buktinya, terdapat beberapa siswa SD Negeri Bangkes IV pada saat tahapan pencairan tidak bisa dilakukan diduga lantaran buku tabungan rekening hilang setelah disetor kepada salahsatu guru sekitar pada bulan April lalu dan tidak ada kejelasan yang kongkrit dari lembaga pendidikan.

Salahsatu orang tua wali murid Uus yang diwakili oleh Mustakim mengatakan ponakannya yang masih duduk di bangku SD tersebut di perintahkan oleh salahsatu guru untuk menyetor buku tabungan rekening bagi siswa yang mendapat PIP dengan dalih agar pada saat pencairan menjadi satu pintu.

“Kami menduga kehilangan tersebut dilakukan oleh salahsatu oknum guru sehingga pada saat pencairan harus tertunda atau tidak bisa dicairkan,” katanya.

Selanjutnya, Mustakim mengatakan ketika kami mendengar informasi tersebut sudah menduga berbau ketidaknyamanan atas perilaku yang dilakukan salahsatu oknum guru yang mengatakan buku tabungan rekening tersebut hilang atau terselip.

“Jika ini benar-benar terjadi digelapkan oleh salahsatu oknum guru SD Negeri Bangkes IV dan tidak ada upaya penerbitan buku tabungan rekening baru secara administrasi bisa dinyatakan penggelapan dana PIP,” imbuhnya.

Disamping itu, pada saat wartawan konfirmasi kepada perwakilan guru SD Negeri Bangkes IV, Taufikurrahman mengatakan bahwa sebenarnya buku tabungan rekening milik siswa tersebut tidak hilang. Namun, berdasarkan temuan kami kepada siswa yang mengatakan buku tabungan rekening tersebut tidak hilang tetapi keselip dan terbawa oleh orang tuanya sendiri.

“Pengakuan siswa yang buku tabungan rekening hilang masih diragukan antara disetor dan tidak disetor kepada guru,” ungkapnya.

Oleh karenanya, lanjut Taufik, bagi orang tua siswa yang seakan menuding lembaga pendidikan dengan bahasa dihilangkan kami tegaskan kembali bahwa sekolah tidak pernah menghilangkan berkas yang menjadi hak siswa.

“Bagi orang tua siswa yang buku tabungan rekening hilang sudah kami laporkan ke pihak kepolisian untuk meminta surat keterangan hilang namun belum di proses mengingat beberapa persyaratan yang kurang lengkap,” tukasnya.

Perlu diketahui bersama bahwa bagi siswa yang buku tabungan rekening hilang atau keselip pihak sekolah memastikan tetap cair ketika sudah selesai tahapan yang sebelumnya.(Yudi)

Komentar