oleh

Warga NU Desak Polres Pamekasan Tuntaskan Kasus FB MI

News Satu, Pamekasan, Senin 5 Oktober 2020- Ratusan perwakilan beberapa alumni pondok pesantren (Ponpes) dan massa mengatasnamakan umat Nahdliyyin mengepung Mapolres Pamekasan, Jawa Timur. Pasalnya, mereka melakukan aksi damai wujud dukungan moral kepada Polri dalam memproses pemilik akun Facebook atau FB penyebar Hate Speech di akun “MI”.

Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Palengaan, Mukhlis Nasir, menegaskan kepada Polres Pamekasan agar dalam jangka waktu 3 hari segera menangkap dan mengungkap pelaku ujaran kebencian tersebut. Sebab telah menyebutkan KH. Taufik Hasyim yang merupakan, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, sebagai simpatisan Partai Komunis Pamekasan (PKI) di FB.

Mukhlis juga mengungkapkan, MI bukan hanya  melecehkan Ponpes. Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Kecamatan Palengaan, Pamekasan. Bahkan juga melecehkan Nahdlatul Ulama atau NU secara umum, sebab Kyai Taufik Hasyim merupakan tokoh NU di Bumi Gerbang Salam.

“Jika dalam jangka waktu 3 hari ini, tidak ada proses terhadap pemilik akun Facebook dan ‘Muhammad Izzul’ ditangkap. Kami pastikan akan datang dengan massa besar. kami akan bergerak lagi dengan jumlah massa yang jauh lebih banyak,” ujarnya, Senin (5/10/2020).

Pihaknya percaya dan meyakini, kepolisian dapat menangkap pelaku dalam jangka waktu yang mereka berikan. Lantaran, Polisi saat ini dibekali peralatan canggih dalam pengungkapan Cyber Crime. Bahkan para Operator IT nya sudah memadai melayak secara digital kasus tak terpuji ini.

Sementara itu, Kapolres Pamekasan, AKBP. Apip Ginanjar, yang hadir ditengah-tengah pendemo, memberikan kesanggupannya dalam  mengungkapkan kasus berbasis sosmed itu. Bahkan pihaknya mengaku, telah mengerahkan tim spesialis untuk menyelidiki. Selain secara resmi, telah melaporkan kasus hate speech tersebut ke Kapolda Jawa Timur.

Menurutnya, ia juga ingin pelaku dan penyelidikan itu segera terungkap. Sekaligus, kasus akun MI ini, bisa secepatnya selesai sesuai harapan berbagai pihak.

“Kami punya tim, kami punya sumber daya. Namun demikian, semua proses butuh waktu. Saya mohon bersabar Jadi, mohon apabila memang ada informasi dan lain sebagainya, sampaikan kepada kami. Biarkan kami bekerja dengan domain kami. Mari menyikapinya harus lebih cooling down,” terangnya dihadapan massa di depan Mapolres Pamekasan. (Yudi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.