oleh

Gubernur Kalimantan Barat Akan Berhentikan Dua Kepala Sekolah SMK

News Satu, Pontianak, Jumat 17 Juli 2020- Diduga telah membuat aturan yang mewajibkan siswa dengan komponen tidak rasional, dua Kepala SMK di Kalimantan Barat akan diberhentikan oleh Gubernur.

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji menyebutkan ada dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang diduga melakukan pemungutan tidak wajar kepada siswa baru. Hal ini sudah jelas menyalahi aturan dan memberatkan kepada siswa.

“Pekan depan saya akan ganti atau berhentikan dua Kepala SMK tersebut,” ujarnya, Jumat (17/7/2020).

Ia menegaskan, kebijakan dua Kepala SMK tersebut sudah sangat memberatkan bagi siswa dan harus ada sanksinya. Di tahun ajar baru, dua Sekolah tersebut mewajibkan siswa membeli seragam sekolah, di lain itu ada juga sekolah yang menjual masker dua buah seharga Rp 20.000 serta asuransi tabungan yang menurutnya tak rasional, kalaupun mau di perjual belikan tunggulah keadaan normal.

“Dirinya selama ini sudah berapa kali mengingatkan untuk seluruh SMA dan SMK negeri khususnya di kalimantan barat, tidak mewajibkan siswa baru membeli seragam di sekolah dan perihal lainnya,” tandasnya.

Ia juga mengatakan di tengah kondisi sekarang ini di masa pendemi virus corona atau covid-19 Ekonomi masyarakat lagi susah, jadi jangan sampai masyarakat menjadi terbebani dengan urusan seragam sekolah.

“Untuk orang tua siswa disaat pendemi ini, kalau masalah seragam di bebaskan saja, mau beli di sekolah atau di luar juga tidak masalah yang penting jangan lagi ada keributan masalah seragam,” pungkasnya. (Adhie)

Komentar