Diduga Terpapar Covid 19 Karyawan Apotik Kota Probolinggo Di Pecat

News Satu, Probolinggo, Kamis 30 April 2020- Kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang menimpa salah seorang karyawan sebuah apotek di Kota Probolinggo, Yuliati berujung damai. Hal itu terungkap setelah Komisi III DPRD Kota Probolinggo Jawa Timur,memanggil sejumlah pihak dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Alasan PHK terhadap Yuliati, karena yang bersangkutan dikabarkan terpapar Covid-19. Sehingga, pemilik apotek Sumber Waras kota Probolinggo melakukan pemberhentian terhadap yang bersangkutan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit, ternyata yang bersangkutan dinyatakan negatif,” ujar Ketua Komisi III, Agus Riyanto, Kamis (30/4/2020).

Merasa diberhentikan sepihak, Yuliati kemudian melakukan perlawanan. Dia pun mengadukan nasibnya pada Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Probolinggo. Didampingi kuasa hukumnya, Siti Zuraidah, perempuan yang bekerja selama belasan tahun di Apotek Sumber Waras itu menghadiri giat RDP.

Baca Juga :  Walikota Probolinggo Lepas Pemberangkatan 155 JCH

“Kami hanya minta hak-hak yang bersangkutan dipenuhi oleh pihak perusahaan,” tandas Siti Zuraidah.

Hak-hak tersebut, menurut Siti, seperti pemberian pesangon dan Surat Pengalaman Kerja (SPK) yang harus diberikan.

Ketua DPC SPSI Kota Probolinggo, M. Faisol menjelaskan, pihaknya mengakui jika yang bersangkutan telah mengadukan soal pemberhentian dirinya dari karyawan apotek Sumber Waras. “Kita sudah melakukan mediasi antar kedua belah pihak,” katanya.

Dalam RDP itu terungkap, jika pihak pemilik apotek sudah memberikan sebagian hak-hak yang dituntut oleh pihak karyawan yang diberhentikan, termasuk juga soal pesangon.

“Mohon maaf kalau soal SPK memang belum diberikan, sehingga masalah ini belum selesai,” ujar pemilik apotek Sumber Waras, Citro Hendi.

Baca Juga :  Juara Lomba Cipta Menu Di Kota Probolinggo Akan Mewakili Tingkat Provinsi Jatim

Tidak diberikannya SPK tersebut, kata dia, karena pihaknya merasa tertekan dengan kondisi perusahaannya.

“Dalam waktu dekat SPK itu akan kita berikan. Termasuk juga hak-hak yang bersangkutan lainnya,” tegasnya. (Bambang)

Komentar