oleh

Disdikbud Kota Probolinggo Gelar Lomba Jaran Bodhag

News Satu, Probolinggo, Rabu 25 November 2020- Di masa pandemi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo, Jawa Timur, menggelar kegiatan mencari para seniman berbakat terutama berkarya dan kreatif, seperti menggelar Lomba Jaran Bodhag yang merupakan ciri khas budaya Kota Probolinggo dengan peserta dari pelajar dan masyarakat umum.

Lomba membuat jaran bodhag yang diselenggarakan di jl Cokroaminoto tepatnya di Aula SMP Negeri 5 kota probolinggo (25/11/2020). Peserta finalis kategori SD, sebanyak 6 peserta, SMP sebanyak 8 peserta dan umum 6 peserta.

Setelah Tim juri 3 orang selesai lakukan penilaian dan mengumumkan pemenang kategori SD, Juara 1 dengan nilai 340, Juara 2 dengan nilai 325 dan Juara 3 dengan nilai 315.

Kategori SMP juara 1 dengan nilai 355, juara 2 dengan nilai 345, juara 3 dengan nilai 340, Harapan 1 dengan nilai 330, harapan 2 dengan nilai 320, harapan 3 dengan nilai 300, sedangkan kategori Umum dimenangkan Juara 1 dengan nilai 375, Juara 2 dengan nilai 360,Juara 3 dengan nilai 355 sedangkan Harapan 1 dengan nilai 320, harapan 2 dengan nilai 290, dan Harapan 3 dengan nilai 285.

Usai pengumuman langsung pemenang diberikan Piala Tropy dan Piagam penghargaan.

“Sangat senang dengan adanya lomba membuat jaran bodhag yang merupakan asli budaya kota probolinggo, kalau bisa kegiatan ini terus menjadi agenda disdikbud,” kata Rudi (29) salah satu peserta, Rabu (25/11/2020).

Sementara Kasi Sejarah dan Tradisi, Disdikbud Kota Probolinggo, Novi Bayu Wardani mengatakan, kegiatan ini baru pertamakali dilakukan dan tidak menampung banyak peserta dengan adanya pandemi covid 19.

“Peserta hanya puluhan maklum masa pandemi covid 19, menjaga kerumunan terlalu banyak namun penilaiannya membuat dari rumah dan kirim videonya,acara ini baru pertamakali,” katanya.

Ia menambahkan Disdikbud akan gelar kegiatan ini setiap tahun kalau pandemi covid 19 usai akan lebih meriah dan kreatif.

“Insyaallah jadi agenda rutinan, pandemi usai pasti akan gelar lomba bukan membuat jaran Bodhag, namun bagaimana cara menari jaran bodhag,” sambungnya.

Ia berharap para juara untuk terus berkarya, agar budaya Kota Probolinggo tetap lestari dan dikenal oleh masyarakat.

“Teruslah berkarya dan tetap lestarikan budaya kita,”pungkasnya. (Bambang/Adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.