Probolinggo, Rabbu 18 Februari 2026 | News Satu- Kota Probolinggo kembali menorehkan kebanggaan di tingkat nasional. Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia resmi menetapkan Ketan Kratok dan Tradisi Bi Bi Bi sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTBi) pada 15 Desember 2025.
Penetapan tersebut menjadi pengakuan atas kekayaan budaya lokal yang telah lama hidup dan mengakar di tengah masyarakat. Ketan Kratok merupakan kuliner tradisional khas Probolinggo yang berbahan dasar beras ketan putih dan kratok. Sajian sederhana ini tidak sekadar makanan, tetapi juga bagian dari identitas dan kearifan lokal masyarakat setempat.
Sementara itu, Tradisi Bi Bi Bi merupakan adat istiadat warga Probolinggo yang dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Fitri, khususnya pada malam ke-27 Ramadan dalam rangka menyambut Lailatul Qadar. Tradisi ini diwujudkan melalui kegiatan berbagi makanan dan sedekah sebagai bentuk solidaritas sosial serta penguatan nilai religius.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Probolinggo, Siti Romlah, menyampaikan bahwa pengakuan dari pemerintah pusat tersebut menjadi momentum penting bagi pelestarian budaya daerah.
“Kuliner Ketan Kratok dan Tradisi Bi Bi Bi telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Keduanya memiliki nilai sosial, ekonomi, dan religius yang kuat, serta terus dilestarikan oleh masyarakat Probolinggo,” ujarnya, Senin (23/2/2026).
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dikbud juga menerima penghargaan atas keberhasilan mengusulkan dan mengawal penetapan dua warisan budaya tersebut hingga diakui secara nasional.
“Penetapan ini semakin memperkuat identitas budaya Kota Probolinggo. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus melestarikan budaya daerah, termasuk Tradisi Bi Bi Bi yang biasa kita laksanakan pada 27 Ramadan menjelang Idul Fitri,” tegasnya.
Dengan status WBTBi, Ketan Kratok dan Tradisi Bi Bi Bi diharapkan tidak hanya menjadi simbol kebanggaan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, memperkuat sektor pariwisata budaya, serta menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah generasi muda. (Bambang)






