HEADLINEKESEHATANNEWSPOLITIKPROBOLINGGOREGIONAL

PJ Wali Kota Probolinggo Jenguk Petugas KPPS  Di Rumah Sakit

797
×

PJ Wali Kota Probolinggo Jenguk Petugas KPPS  Di Rumah Sakit

Sebarkan artikel ini
PJ Wali Kota Probolinggo Jenguk Petugas KPPS  Di Rumah Sakit
PJ Wali Kota Probolinggo Jenguk Petugas KPPS  Di Rumah Sakit

News satu, Probolinggo, Sabtu 17 Pebruari 2024- Dua orang petugas KPPS Pemilu 2024 Kota Probolinggo, Jawa Timurm saat melakukan proses pemungutan suara harus di rawat  di rumah sakit dan salah satu saksi dari parpol meninggal dunia.

Dua petugas KPPS yang dirawat adalah Selvie, petugas KPPS di TPS 01, Kelurahan Kedunggaleng, Kecamatan Wonoasih, yang dirawat di Puskesmas Wonoasih, adalah Puji Lestari, petugas KPPS di TPS 16 Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan yang dirawat di RSUD dr. Moh. Saleh.

Ketua KPU Kota Probolinggo Ahmad Hudri dan PJ Walikota Probolinggo Nurkholis menjenguk petugas KPPS dan berikan santunan kepada saksi parpol yang meninggal dunia. Secara bergantian, Pj Wali Kota, yang didampingi Ketua KPU Kota Probolinggo, menjenguk keduanya. Dari kunjungan tersebut, diketahui kedua petugas KPPS ini kondisinya sudah mulai membaik.

Tak hanya menjenguk dua petugas KPPS yang di rawat di Puskesmas dan rumah sakit, Pj Wali Kota dan Ketua KPU Kota Probolinggo juga bertakziah dan memberi santunan ke salah satu saksi parpol yang meninggal.

Korban adalah Muhammad Fahmi Arif (20) warga Jalan Abdul Aziz, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

“Saya ingin berterima kasih kepada anggota KPPS yang telah bekerja mensukseskan Pemilu 2024. Pekerjaan berat dan tanggung jawab yang mereka emban membuat kondisinya kelelahan dan harus dilarikan ke rumah sakit,” ujar  Nurkholis, Sabtu (11/2/2024).

Terlebih keduanya merupakan bagian dari penyelenggar Pemilu 2024. Ia berharap, Ketua KPU jug sigap dalam menyikapi kondisi seperti ini atau pun kondisi insidental lainnya

“Karena tahapan perhitungan ini hingga penetapan masih berlangsung, semoga semua berjalan lancar dan tidak terjadi hal-hal yang membahayakan. Saya akan terus memantau perkembangan yang berkaitan dengan Pemilu 2024,” tandasnya.

“Jadi mereka yang belum pernah menjadi petugas KPPS ini kaget dengan ritme pekerjaan yang harus dilakukan, bahkan sampai ada TPS yang melakukan perhitungan sampai pagi,” pungkasnya. (Bambang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.