Probolinggo, Kamis 8 Januari 2026 | News Satu- Warga Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, digegerkan dengan peristiwa meninggalnya seorang pelajar berinisial AFA (16) yang ditemukan tidak bernyawa di rumahnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, AFA merupakan pelajar kelas X di salah satu sekolah negeri di Kota Probolinggo. Korban pertama kali ditemukan oleh kakaknya sekitar pukul 12.00 WIB di lantai dua rumah dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Ketua RT 02 RW 04 setempat, Winarti, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengaku menerima laporan awal dari seorang tukang becak yang kemudian memintanya mendatangi rumah korban.
“Sekitar pukul 12.00 WIB saya mendapat laporan dari tukang becak. Setelah sampai di lokasi, ayah korban menyampaikan bahwa anaknya meninggal dunia,” ujar Winarti, Kamis (8/1/2026).
Menurut keterangan lingkungan sekitar, sebelum kejadian korban sempat menyampaikan perasaan kurang nyaman di lingkungan sekolah. Semasa hidup, AFA dikenal sebagai pribadi pendiam, namun aktif dan gemar berolahraga.
“Korban sempat bercerita merasa tidak disapa oleh teman sekolahnya. Untuk memastikan penyebabnya, Bhabinkamtibmas akan mendatangi sekolah korban,” imbuh Winarti.
Usai menerima laporan, aparat kepolisian dari Polres Probolinggo Kota langsung mendatangi lokasi kejadian. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memintai keterangan sejumlah saksi, serta memasang garis polisi di rumah duka.
Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr. Moh. Saleh Kota Probolinggo guna kepentingan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.
Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Zainal Arifin, mengatakan pihaknya masih mendalami penyebab pasti kejadian tersebut.
“Setelah menerima laporan, kami langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP. Untuk sementara, korban meninggal dunia diduga akibat bunuh diri. Penyelidikan masih terus dilakukan,” singkatnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat dan pihak sekolah agar lebih memperhatikan kondisi sosial dan psikologis remaja, guna mencegah terulangnya kejadian serupa. (Bambang)












