Puluhan Wisatawan Mancanegara Nikmati Wisata Kota Probolinggo Dengan Naik Becak

Puluhan Wisatawan Mancanegara Nikmati Wisatawa Kota Probolinggo Dengan Naik Becak
Puluhan Wisatawan Mancanegara Nikmati Wisatawa Kota Probolinggo Dengan Naik Becak

News Satu, Probolinggo, Sabtu 1 Desember 2018- Event Kota Probolinggo Tempoe Doeloe semakin menarik perhatian masyarakat. Bahkan, tidak hanya masyarakat lokal saja yang memeriahkan event tersebut, melainkan puluhan wisatawan Mancanegara juga ikut memeriahkannya. Bahkan, puluhan wisatawan Mancanegara ini naik becak untuk memeriahkan event Kota Probolinggo Tempoe Doeloe tahun 2018.

Para wisatawan Mancanegara ini, naik becak keliling Kota Probolinggo, Jawa Timur (Jatim) untuk melihat tempat wisata, seperti Benteng Belanda, Pelabuhan, Museum, Gereja Merah dan sejumlah tempat wisata lainnya.

Kedatangan para wisatawan Mancanegara ini, ternyata merupakan berkah tersendiri para abang becak di Kota Probolinggo. Karena para wisatawan memberikan upah yang lumayang tinggi dibandingkan dengan wisatawan lokal.

“Alhamdulillah, rejeki hari ini lumayan cukup besar. Kedatangan puluhan turi ke Kota Probolinggo merupakan berkah tersendiri bagi kami (abang becak, red),” ujar Miskan salah seorang abang becak di Kota Probolinggo, Sabtu (1/12/2018).

Kegiatan Kota Probolinggo Tempoe Doeloe merupakan sebuah program yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Probolinggo untuk menarik perhatian para wisatawan. Terbukti puluhan wisatawan Mancanegara tertarik untuk datang ke Kota Probolinggo, dan salah seorang wisatawan dari Australia Daniel mengatakan, dirinya penasaran seperti apa Kota Probolinggo yang konon katanya memiliki banyak peninggalan sejarah.

“Just arrived for the first time probolinggo city, (Saya baru pertama kali tiba di Kota Probolinggo, red),” ucapnya dengan singkat.

Apalango dengan transportasi roda tiga (Becak, red), dirinya sangat heran di jaman yang sudah modern ini masih ada transportasi tradisional. Hal ini menunjukkan jika masyarakat Kota Probolinggo tidak pernah melupakan budaya dan sejarahnya.

“I like rickshaws and people, (Saya suka becak dan orang-orangnya, red),” ujarnya.

Dari pantauan reporter News Satu tampak Turis manca negara berkunjung ketempat dituju dengan naik becak dan sebagian naik mobil travel menuju wisata gunung bromo. (Bambang/ADV)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.