Tempat Pesarean Sesepuh Desa Gili Ketapang Belum Banyak Diketahui Peziarah

News Satu, Probolinggo, Senin 16 Mei 2022- Desa Gili Ketapang, kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, yang berdekatan dengan Selatan Madura dan Kota Probolinggo itu terdapat sebuah Petilasan yang di Kramatkan warga. Hingga kini, Petilasan itu diyakini adalah tempat pertapaan putera Syeh Jumadil Qubro. Sejak saat itulah, tempat itu kemudian dikeramatkan. Salah satu tanda yang diyakini jika tempat itu pernah disinggahi Syeh Maulana Ishaq yakni keberadaan pohon Santiki. Kayu serupa juga ditemukan di Situbondo yang juga diceritakan menjadi petilasan sang ulama.

Menurut cerita sang Juru kunci bernama Syahid (45), Syeh Maulana Ishaq kala itu menyebarkan agama Islam. Dalam perjalananya dari Gresik menuju Blambangan Kabupaten Banyuwangi, Syeh Maulana Ishaq singgah di Gili. Di Gili, adik Maulana Malik Asmaraqan di (Sunan Gresik) memelihara ribuan ekor kucing. Bahkan, terdapat kucing yang kepalanya bertuliskan bahasa Arab. Akhirnya petilasan itu di namakan Gua Kucing bersama keberadaan 7 sumber mata air. Namun sekitar 500 meter ada sebuah Pesarean (Kuburan) sesepuh Desa Gili bernama Bancek Paima (Siti Fatima) jarang di singgahi para peziarah saat menuju Desa Gili.

“Ini sesepuh warga Desa Gili. Menurut cerita orang tua saya berasal dari Madura, saat menyebarangi laut hingga singgah di Desa Gili. Kapan waktu dan tahunnya tidak ada yang tahu sampai saat ini. Tetapi tetap warga meyakini ini Pesarean (Kuburan) sesepuh Desa Gili Ketapang,” papar Syahid, Senin (16/5/2022).

Syahid menegaskan, seharusnya sebelum menuju Gua Kucing terlebih dulu peziarah ke Pesarean Bancek Paima.

“Seharusnya kesini dulu. Baru ke Gua Kucing. Pesarehan Bancek Paima di ketahui sewaktu ada rombongan dari Madura, Kalimantan dan Gresik Ampel mencari Pesarean Bancek Paima (Siti Fatima),” tegasnya.

“Kekramatannya air laut saat pasang tidak pernah masuk ke Pesarean Bancek Paima. Sedangkan sekitarnya air laut naik hingga masuk kerumah warga,” pungkasnya.(Bambang) 

Komentar