Tradisi Bulan Asyuro, Masih Dilakukan di Kota Probolinggo

News Satu, Probolinggo, Sabtu 30 Juli 2022- Pergantian tahun baru agama Islam 1 Muharam 1444 Hijriyah mulai dilakukan oleh umat islam se dunia. Namun uniknya bagi orang Jawa 1 Muharam biasa disebut bulan Suro itu disambut dengan acara tasyakuran atau dilakukan ritual hingga tanggal 13 Suro.

Seperti yang dilakukan warga dilingkungan kelurahan Kebonsari wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, tepatnya jelang atau hari bulan Asyuro (Suro) para gadis dan anak – anak perempuan diajari membuat masakan bernama Jenang/ Tajin Suro oleh orang tuanya. Selanjutnya para gadis itu mengantarkan makanan kesetiap rumah tetangga dekat, jauh dan kerabat keluarga. Acara ini terus dilakukan semua warga setiap tahunnya.

“Ini sudah tradisi orang tua, kita ajarkan ke anak perempuan kita biar kuliner ini tetap dilestarikan oleh setiap keluarga disini tanpa sebuah pendidikan,” ujarnya Fitriati.

Sementara, Reza salah satu gadis kecil sangat senang melakukan hal itu, mulai proses pembuatan Jenang Suro hingga mengantarkan Jenang itu ke tetangga dan kerabatnya.

“Senang, selain itu saya tahu caranya buat Tajin Suro, apalagi dapat uang jajan dari orang tua maupun kerabat keluarga saat mengantarkan Tajin Suro itu,” singkatnya.

Dari pantauan reporter News Satu, tampak para gadis mengantarkan kuliner Jenang Suro itu bergantian setiap harinya, ada yang pagi, siang dan ada yang sore. (Bambang) 

Komentar