Tradisi Pettolekoran Tetap Dipertahankan di Probolinggo

News Satu, Probolinggo, Kamis 28 April 2022- Kebiasaan umat islam wilayah Kota Probolinggo Jawa Timur, jelang hari Raya Idul Fitri atau 27 hari puasa ramadhan sebagian besar umat islam lakukan bagi – bagi rezeki setiap setahun sekali sudah menjadi tradisional turun temurun hingga saat ini di zaman digital.

Seperti di kelurahan Jrebenglor, kecamatan Kedupok, Kota Probolinggo. Tampak anak-anak berkumpul dengan membawa kantong plastik untuk berebut sedekah Pettolekoran (Bibibi) ada sebagian bagikan uang kecil sebesar 2 ribu hingga 5 ribu rupiah kepada anak – anak itu.

“Sudah tradisi mas, dari dulu ya setiap puasa ke 27 hari semua keluarga yang mampu bersedekah untuk para anak – anak yang tidak punya dosa belum akil balig agar mereka hatinya diberi kesenangan walaupun orang tuanya sibuk memikirkan ekonomi untuk persiapan lebaran,” ujar Saiho, salah satu warga yang lakukan tradisi Pettolekoran.

Baca Juga :  Tolak Pabrik Semen di Rembang, Puluhan Aktivis Di Blora Gelar Aksi Demo

Secara terpisah, Jumaati warga kelurahan Kebonsari wetan, kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo juga lakukan tradisi Pettolekoran (Bibibi) dengan bagikan uang kertas 2 ribuan dan 5 ribuan.

“Setiap tahun kalau puasa sudah 27 hari tradisi keluarga saya bagikan secuil rejeki kepada kerabat yang tidak mampu dan anak – anak di lingkungan kita. Uang ini hasil tabungan saya selama satu tahun,” paparnya.

“Tradisi ini perlu dilestarikan agar generasi kita tetap peduli dan belajar sosial kepada kerabat, Saudara, dan para tetangga yang nasibnya masih kurang mampu,” tegasnya.

“Selain menjalankan tradisi orang tua yang positif juga beribadah menurut agama Islam serta menjaga persatuan dan kesatuan,” tutupnya. (Bambang) 

Baca Juga :  Nasib Gadis Kaki Palsu Jadi Perhatian Kapolres Probolinggo Kota

Komentar