oleh

Warga Probolinggo Perbaiki Jalan Rusak Menggunakan Pasir Uruk

News Satu, Probolinggo, Rabu 1 Desember 2021- Setelah warga gelar aksi protes soal jalan yang rusak pada Senin (29/11/2021) kemarin, kali ini warga Dusun Lajuk, Desa Ngepoh, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, terpaksa menutup jalan rusak di daerahnya dengan menggunakan pasir uruk.

Pemerintah desa (pemdes) tidak bisa melakukan perbaikan jalan tersebut di tahun ini, disebabkan, dana desa untuk memperbaiki jalan penghubung menuju Kota Probolinggo tersebut tidak tersedia anggarannya di akhir tahun.

Pemerintah Desa setempat, Pj Kades Ngepoh, Yogi Irwan Pamungkas, mengatakan, di akhir tahun tidak tersedia anggaran untuk perbaikan jalan alternatif tembusan ke jalan kota Probolinggo yang rusak.

“Soalnya, jalan ini rusak pada akhir tahun. Jadi secara otomatis anggaran dana desa tidak tersedia,” katanya, Rabu (1/12/2021).

Dengan tidak adanya anggaran perbaikan jalan rusak tersebut, pemerintah desa Ngepoh bersama warga secara gotong royong dan swadaya menutup kubangan jalan dengan pasir uruk.

“Anggaran untuk pasir uruk diperoleh dari salah satu warga di desa ini. Yang terpenting jalan rusak ini bisa diperbaiki dan tidak sampai menelan korban,” tegasnya.

Yogi sapaan akrabnya, menegaskan, untuk melakukan perbaikan jalan tersebut, pihaknya bersama warga akan gelar Musyawarah Desa (Musdes) dalam perencanaan APBDes 2022.

“Kalau memang tersedia anggarannya, maka bisa dibangun tahun depan. Namun bila anggaran desa Tahun 2022 tidak memenuhi, bisa dilanjutkan pembangunnnya di 2023,” imbuhnya.

Pemdes desa Ngepoh akan lakukan koordinasi dengan konsultan, termasuk juga kepada pihak PUPR, serta pihak pemda kabupaten Probolinggo terkait perbaikan jalan rusak itu. Apakah perbaikannya, menjadi wewenang pemdes atau pemkab.

“Status jalan yang rusak itu statusnya saya belum tahu jelas. Apa wewenang desa Ngepoh atau pemerintah kabupaten probolinggo ” paparnya.

Saat ini, desa Ngepoh masih akan melaksanakan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tahun 2022 di bulan Februari mendatang, beserta desa lainnya di kabupaten Probolinggo. Ada sekitar 253 desa yang akan melaksanakan Pilkades termasuk desa Ngepoh.

“Saya tegaskan aksi protes warga Senin (29/11/2021) kemarin, tidak ada indikasi politik pilkades. Namun itu murni aspirasi masyarakat karena benar-benar jalan tersebut rusak akibat dijadikan jalur alternatif kendaraan saat pembangunan Jembatan Kedungasem Kota Probolinggo beberapa bulan lalu,” tutupnya.(Bambang)

Komentar

News Feed