oleh

Pelaku Bom Kartasura Sukoharjo Di Baiat ISIS

News Satu, Semarang, Jumat 7 Juni 2019- Pelaku Bom bunuh diri di Pospam Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng), Rofik Ansharudin (22) bukan termasuk dalam jaring teroris. Melainkan, pelaku dibaiat oleh ISIS sejak akhir 2018.

“Jadi pelaku tunggal, dia tidak masuk jaringan teroris yang selama ini dipantau Polri,” ungkap Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel di Polda Jateng, Semarang, Jumat (7/6/2019).

Pelaku terpapar ajaran radikalisme karena aktif berkomunikasi dengan pimpinan ISIS di Suriah dengan menggunakan media sosial. Sehingga, pada selasa (4/6/2019) pelaku melancarkan aksi tunggal sebagai bomber dengan sasaran pos polisi Kartasura.

“Jadi pelaku ini buat bom sendiri dan sudah direncanakan sejak 2018 lalu. Atas perintah siapa, kita masih dalami,” jelas Irjen Pol Rycko Amelza.

Kapolda Jateng menegaskan bahwa polisi masih fokus mengumpulkan barang bukti yang disimpan pelaku di rumahnya.

“Tapi pelaku masih dalam perawatan dan kondisi stabil. Kita tidak mengejar pengakuan, secara pasti kita cari tahu terpapar ISIS dari media sosial ataukah dari mana,” tandasnya.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen. Pol. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si. mengatakan, pelaku upaya bom bunuh diri di Pos Polisi Kartasura, Rofik Asharudin telah ditetapkan sebagai tersangka tunggal. Penetapan status tersebut berdasarkan pada hasil pemeriksaan terhadap Rofik, saksi dan seluruh bukti.

Pria asal Dusun Kranggan Kulon ini diduga mempersiapkan serangan terhadap polisi sendirian. Hal ini terbukti sisa bahan baku peledak yang ditemukan di kamar Rofik serupa dengan bukti yang ditemukan di TKP.

“Jenisnya sama dengan sisa-sisa yang ada di lokasi,” jelas mantan Gubernur Akpol tersebut.

Menurut Mantan Kapolda Sumut ini, Rofik mulai mengenal dan mengikuti aliran radikalisme dari aktivitas di media sosial.

Berdasarkan pemeriksaan, Rofik bahkan menjalin komunikasi dengan pimpinan Islamic State of Iraq and Syria, Abu Bakar Al Baghdadi. Rofik melakukan baiat kepada Al Baghdadi sekitar akhir 2018. Kemudian mulai belajar merakit bom yang juga didapatkannya dari media sosial. (Say)

Komentar

News Feed