News Satu, Sumenep, Senin 29 Agustus 2022- Memasuki musim kemarau, sebanyak 20 Desa di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, rawan dilanda kekeringan. Puluhan Desa yang terancam dilanda kekeringan tersebut berada di wilayah Kepulauan.

Berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, wilayah yang terancam dilanda kekeringan, yakni Kecamatan Arjasa sebanyak 4 Desa, Kangayan sebanyak 4 Desa, Sapeken hanya 1 Desa, Masalembu sebanyak 2 Desa, dan Kepulauan Raas hanya 1 Desa.

Kemudian Kecamatan Nonggunong sebanyak 3 Desa, Kecamatan Gayam sebanyak 4 Desa, dan Gili Genting hanya 1 Desa.

“Tidak semua desa di Kecamatan itu warganya kesulitan air  bersih. Hanya beberapa Desa ketika musim kemarau mengalami kekeringan,” kata Sekretaris BPBD Sumenep, Abd. Kadir, Senin (29/8/2022).

Oleh karena itu, saat ini pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur terkait penanganan bencana alam kekeringan khususnya diwilayah Kepulauan. Karena, selama ini, bantuan air bersih ke wilayah Kepulauan yang dilanda kekeringan sulit dilakukan, mengingat letak geografisnya yang jauh dari daratan.

”Mengenai penanganan kekeringan di Kepulauan akan dikoordinasikan dengan Provinsi supaya dilakukan secara bersama sama,” tandasnya.

Menurutnya, Pemkab Sumenep biasanya mengirim air bersih ke wilayah terdampak bencana kekeringan bekerjasama dengan PDAM. Namun, untuk wilayah Kepulauan dinilai sulit dilakukan karena perlu menggunakan armada transportasi laut atau kapal, itupun kapalnya dilengkapi tandon besar.

”BPBD juga akan berupaya bekerjasama dengan pengelola perahu rakyat yang dikengkapi dengan tandon air untuk menyuplai air bersih kewilayah Kepulauan,” ujarnya.

Namun sejauh ini, pihaknya belum menerima laporan atau pengajuan bantuan air bersih diwilayah Kecamatan rawan kekeringan tersebut.

“Termasuk di daratan, sampai saat ini belum ada pengajuan,” pungkasnya. (Zalwi)

Komentar