oleh

BATAN Dukung Penuh DPRD Sumenep Rekomendasikan Tutup Tambak Bermasalah

News Satu, Sumenep, Kamis 9 April 2020 – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Madura Jawa Timur, Rekomendasikan Penutupan Usaha alih fungsi lahan (Tambak Udang) Di Desa Badur, Kecamatan Batu Butih mendapat dukungan penuh dari Aktifis Agraria Barisan Ajaga Anak Ajaga Na’potoh (BATAN) Sumenep.

Komisi III DPRD Sumenep menilai usaha tersebut menyalahi aturan yang sudah ditetapkan. Atas kebijakan tersebut Aktivis Agraria (BATAN) Sumenep menilai bahwa hal tersebut sudah semestinya dilakukan oleh Legislator sebagai pengontrol dan representasi suara rakyat.

“Sudah semestinya komisi III begitu. Itu memang pekerjaan yg harus dilakukan sesuai fungsi pengawasan yang melekat pada lembaga perwakilan rakyat,” tutur A. Dardiri Zubairi ketua BATAN Sumenep, Kamis (9/4/2020).

Dalam penuturannya, alasan Legislatif dalam merekomendasikan penutupan usaha tersebut sudah mempunyai landasan hukum yang jelas.

“Setidaknya saya membaca ada dua alasan Komisi III merekomendasikan begitu. Satu, tidak sesuai Perda RT/RW. Kedua, jarak yang kurang dari 100 meter dari bibir pantai,” katanya.

Ia menambahkan, pihak Komisi III DPRD Sumenep dalam merekomendasikan hal tersebut sudah melakukan kajian yang matang.

“Tinggal pelaksanaannya di tangan Eksikutif apa rekomendasi itu ajeg, atau cuma sementara. Ya kita lihat saja nanti,” timpalnya.

Sementara itu, Dardiri mengungkapkan bahwa ditengah banyaknya investorĀ  yang masuk ke Kabupaten berjuluk Kota Keris ini, yang nantinya akan menyebabkan semakin maraknya alih fungsi lahan, maka pengawasan dan sikap tegas dari Legislator sangat diharapkan.

“Kerja DPRD berat, karena alih fungsi lahan sudah darurat dan sangat banyak. diharapkan ke depan DPRD tetap melakukan pengawasan terhadap alih fungsi lahan, yang sudah dilakukan maupun belum. Jika menurut kajian DPRD salah, ya harus berani merekomendasikan salah,” pungkas Dardiri. (Hasan)

Komentar